- tvOneNews
Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?
Alih-alih terwujud, ungkap Fabianus, mereka justru bereaksi dengan cara menantang balik. Ia mengungkap alasannya lantaran terduga pelaku membantah telah melakukan intimidasi Dokter Icha.
"Saya katakan bahwa Icha itu keponakan saya. Mereka mengatakan, mereka malah tantang saya terutama Norbertus Tubani itu katakan siap," katanya.
Paman korban menyampaikan bahwa, reaksi tersebut membuat dirinya semakin tak kuasa menahan amarahnya. Pihak keluarga Icha hanya menginginkan mereka khilaf atas perbuatannya.
"Saya bilang, saya akan melaporkan kalian ke Polda kalau kalian tidak ada niat baik untuk melakukan konferensi pers dan mengakui kalian khilaf. Mereka ngomong apa? 'Kami tidak bentak, kami tidak intimidasi, kami hanya nada tinggi'. Perbedaan nada tinggi dengan bentak apa?," herannya.
Untuk itu, Fabianus menegaskan, pihak keluarga mendesak Bupati TTU mendorong Direktur RS Leona Kefamenanu diharapkan menjadi saksi kunci. Sebab, sang direktur turut hadir di lokasi kejadian kasus ini.
"Hadirkan sebagai saksi kunci utama dan serahkan CCTV," harap dia.
Sebelumnya, kasus kematian Dokter Icha menggetarkan warga NTT. Ia ditemukan tewas secara tragis yang membuat kabar ini menjadi atensi nasional.
Dokter Icha didiagnosa mengalami depresi berat. Penyebab diduga peristiwa intimidasi dari sejumlah oknum anggota DPRD Kabupaten TTU di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Peristiwa ini bermula saat dokter muda tersebut bertugas menjaga IGD. Ia kedapatan seorang pasien anak korban gigitan bisa ular.
Ketegangan terjadi saat keluarga pasien meminta vaksin tertentu. Dokter Icha mengatakan, berdasarkan pertimbangan medis, pihaknya belum bisa merekomendasikan dan lagi kosong di rumah sakit.
Situasi semakin memanas saat dua pria mengaku anggota DPRD TTU disebut datang. Mereka langsung protes dengan menggunakan nada tinggi.
Pada Minggu, 14 Juni 2026, ketakutan membuat Dokter Icha semakin tertekan saat kembali melihat dua orang yang sama. Ia pun memilih kembali ke tempat tinggalnya.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi lemas oleh rekan kerjanya. Ia sempat dirawat selama sekitar enam hari meskipun hasilnya tetap mengalami depresi berat.