news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha (27) di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sumber :
  • Antara

Ditanya Apakah Ada CCTV di IGD Rekam dr Icha Diduga Diintimidasi Anggota DPRD TTU, Direktur RS Leona: Kami Serahkan

Direktur RS Leona Kefamenanu, Rizky Anugrah Dewati mengatakan, pihaknya telah memberikan rekaman CCTV yang menjadi bukti penyelidikan kasus kematian dr Icha.
Rabu, 1 Juli 2026 - 11:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur RS Leona Kefamenanu, Rizky Anugrah Dewati muncul ke ruang publik. Ia buka suara terkait rekaman CCTV peristiwa dugaan intimidasi dialami Dokter Eliza Princila Utami Pakaenomi atau dr Icha.

Rizky mengetahui terkait kehebohan rekaman CCTV di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona. Video tersebut menjawab situasi dugaan intimidasi terhadap dr Icha dilakukan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rizky menyampaikan kabar terbaru terkait rekaman CCTV di RS Leona. Ia mengaku telah menyerahkan video untuk mengungkap situasi Dokter Icha.

Ia menambahkan, video yang diberikan kepada pihak kepolisian diharapkan sebagai petunjuk dugaan intimidasi menyebabkan Dokter Icha depresi berat dan mengakhiri hidupnya pada Jumat (26/6/2026).

"Ini semuanya masih dalam proses oleh pihak kepolisian," ujar Rizky dalam wawancara dengan tvOne, Rabu (1/7/2026).

Direktur RS Leona Kefamenanu, Rizky Anugrah Dewati buka suara terkait kasus kematian Dokter Icha diduga akibat diintimidasi anggota DPRD Kabupaten TTU, NTT
Sumber :
  • tvOneNews

Ia enggan membahas lebih jauh terkait rekaman CCTV khususnya di ruang IGD. Pihak RS Leona menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Dugaan tragedi kematian dialami dr Icha masih misteri. Namun, sejumlah fakta semakin terang benderang menunjukkan dokter muda tersebut tewas diduga akibat intimidasi.

"Jadi, kita harus menghormati proses hukum yang sudah berlangsung," tegasnya.

Lanjut, Direktur RS Leona Kefamenanu itu menyampaikan salah satu perkembangan menyikapi kasus kematian ini. Pihak rumah sakit telah memberikan keterangannya.

Kesaksian mereka dapat mendorong proses penyelidikan lebih cepat yang ditambah dengan rekaman CCTV sebagai alat bukti kuat peristiwa dialami dokter muda berusia 27 tahun tersebut.

"Sejumlah teman kami telah diambil keterangannya oleh pihak kepolisian. Kami juga sudah menyerahkan bukti CCTV di rumah sakit kepada pihak kepolisian," bebernya.

Dokter Rizky menegaskan, pihak RS Leona sedari awal menunjukkan komitmennya. Tujuannya tentu untuk mengawal sekaligus menuntaskan kasus kematian dokter jaga IGD tersebut. 

Pasalnya, tragedi ini baru pertama kali terjadi di RS Leona. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah adanya peristiwa yang serupa di lingkungan rumah sakit di TTU, NTT tersebut.

"Kami berkomitmen dan mendukung proses dalam penyelesaian persoalan Dokter Icha," katanya.

Ia menambahkan, pihak RS Leona juga akan memprioritaskan kebutuhan keluarga, tim hingga sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus kematian tersebut.

Harapan setelah Insiden dr Icha yang Tewas Diduga Akibat Diintimidasi Anggota DPRD TTU

dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha
Sumber :
  • ANTARA

Ia menyampaikan harapan mendalamnya apabila kasus dr Icha telah tuntas. Pihak RS Leona hanya menginginkan adanya penguatan koordinasi agar semakin baik.

Menurutnya, kekuatan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU dan rumah sakit menjadi upaya memberikan perlindungan hukum serta keamanan untuk para tenaga medis dan kesehatan di TTU.

Perlindungan hukum terhadap nakes telah dijamin melalui Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Lewat aturan ini, nakes memiliki hak untuk mendapat perlindungan atas keselamatan dan keamanan selama menjalani tugas sesuai SOP.

"Ke depannya juga dari pemerintah daerah maupun dari semua pihak akan berkoordinasi semakin baik dalam menjaga agar tidak lagi terjadi adanya intimidasi-intimidasi kepada nakes," ucapnya.

Ia juga menyampaikan gebrakannya. Hal ini menjadi bagian pelajaran penting dari peristiwa dugaan intimidasi dilakukan tiga orang anggota DPRD TTU.

"Kami akan lebih mengetatkan keamanan mulai saat ini," katanya.

Ia tidak menyangka peristiwa dugaan intimidasi terjadi di area RS Leona. Insiden ini bermula ketika dr Icha bertugas menangani seorang pasien anak korban gigitan ular bisa di IGD pada 13 Juni 2026.

Ketegangan memanas saat dua oknum anggota DPRD Kabupaten TTU bernama Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani diduga protes dan meminta penjelasan alasan vaksin tertentu belum direkomendasikan dan tidak tersedia di RS Leona.

Aksi protes tersebut menggunakan nada tinggi. Berdasarkan cerita dari Dokter Icha sebelum mengakhiri hidupnya, dokter muda itu juga mendapatkan ancaman pasca kejadian tersebut.

"Kalau di daerah tidak bisa memungkiri bahwa saat pejabat datang, mereka malah membawa arogansi pejabatnya," geramnya.

Menurutnya, perilaku mereka sangat arogansi dengan mengandalkan identitas sebagai pejabat. Sikap tersebut dinilai sama sekali tidak sesuai dengan budaya timur terutama di NTT.

"Secara budaya kami, otomatis staf-staf seperti satpam gitu sudah pasti langsung takut. Jadinya, pada saat semua langsung datang menyerbu, kemudian arogansinya seperti itu, semuanya memang down," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
02:32
01:33
01:17
04:04
03:20

Viral