- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Tak Ingin Blackout Terulang, Pemerintah Perketat Mitigasi Risiko Kelistrikan Jawa-Bali
Sebanyak 42,6 GW atau sekitar 61 persen berasal dari energi baru terbarukan, sementara sistem penyimpanan energi seperti baterai dan PLTA pumped storage menyumbang 10,3 GW atau sekitar 15 persen.
Adapun pembangkit berbasis fosil sebesar 16,6 GW atau 24 persen akan didominasi pembangkit berbahan bakar gas guna menjaga fleksibilitas dan keandalan sistem.
“Sementara pembangkit fosil sebesar 16,6 GW atau 24 persen akan didominasi pembangkit berbahan bakar gas untuk menjaga fleksibilitas dan keandalan sistem,” ungkap Qodari.
Selain memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan, pemerintah juga mempercepat diversifikasi energi melalui implementasi biodiesel B50 yang resmi berlaku mulai 1 Juli 2026.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Peluncuran resmi implementasi B50 dijadwalkan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Juli 2026.
“Arah pengembangan tersebut menjadi bagian dari roadmap transisi energi untuk meningkatkan bauran EBT, memperkuat fleksibilitas sistem tenaga listrik, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap, mendukung ekonomi hijau, serta mencapai target Net Zero Emissions sesuai kebijakan pemerintah,” tutup Qodari. (agr/muu)