news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi beras..
Sumber :
  • Istimewa

Harga Pangan Jakarta Bergejolak, Beras hingga Bawang Putih Kompak Naik

Pergerakan harga pangan di DKI Jakarta menunjukkan tren yang beragam pada awal Juli 2026. Sejumlah komoditas pokok seperti beras, bawang putih, MinyaKita, hingga telur ayam ras mengalami kenaikan harga.
Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pergerakan harga pangan di DKI Jakarta menunjukkan tren yang beragam pada awal Juli 2026. Sejumlah komoditas pokok seperti beras, bawang putih, MinyaKita, hingga telur ayam ras mengalami kenaikan harga.

Di sisi lain, komoditas hortikultura dan protein hewani seperti bawang merah, cabai, ayam broiler, hingga daging sapi justru mengalami penurunan.

Melansir data Informasi Pangan Jakarta, Sabtu (4/7/2026) pukul 09.00 WIB, kenaikan harga paling menonjol di kelompok pangan pokok terjadi pada beras. Beras medium naik Rp1.000 menjadi Rp14.000 per kilogram (kg).

Kenaikan juga terjadi pada beras IR I (IR 64) yang naik Rp388 menjadi Rp16.000 per kg, beras IR II (IR 64) Ramos naik Rp458 menjadi Rp15.208 per kg, beras IR III (IR 64) naik Rp392 menjadi Rp14.125 per kg, serta beras Setra I/Premium yang meningkat Rp492 menjadi Rp17.167 per kg.

Namun demikian, tidak seluruh jenis beras mengalami kenaikan. Beras Muncul I justru turun Rp750 menjadi Rp14.750 per kg, sedangkan beras IR 42/Pera terkoreksi lebih dalam sebesar Rp944 menjadi Rp15.556 per kg.

Di kelompok bumbu dapur, harga bawang putih melonjak Rp1.541 menjadi Rp45.354 per kg. Sebaliknya, harga bawang merah turun Rp1.855 sehingga berada di level Rp49.167 per kg.

Pergerakan harga cabai juga tidak seragam. Cabai merah besar (TW) naik Rp792 menjadi Rp54.375 per kg, sementara cabai rawit hijau naik Rp725 ke level Rp54.375 per kg.

Di sisi lain, harga cabai merah keriting turun Rp204 menjadi Rp46.979 per kg, cabai rawit merah turun Rp237 menjadi Rp58.854 per kg, dan cabai rawit ijo besar mencatat penurunan paling tajam di kelompok cabai, yakni Rp3.750 menjadi Rp35.000 per kg.

Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah naik Rp143 menjadi Rp22.000 per kg, sedangkan MinyaKita meningkat Rp762 menjadi Rp17.800 per liter. Sebaliknya, minyak goreng kemasan premium turun Rp1.500 menjadi Rp21.500 per kg.

Di sektor protein hewani, harga ayam broiler atau ayam ras mencatat penurunan terbesar, yakni Rp4.280 menjadi Rp38.563 per ekor. Daging sapi juga bergerak bervariasi. Harga daging sapi umum turun Rp416 menjadi Rp148.334 per kg, sedangkan daging sapi murni (semur) turun Rp2.634 menjadi Rp145.556 per kg.

Di tengah tren pelemahan tersebut, daging sapi has (paha belakang) justru naik Rp4.849 menjadi Rp147.778 per kg, sementara daging kambing meningkat Rp2.667 menjadi Rp155.000 per kg. Kenaikan tertinggi di kelompok daging terjadi pada daging babi berlemak yang melonjak Rp8.000 menjadi Rp114.167 per kg.

Komoditas lainnya juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga telur ayam ras naik Rp686 menjadi Rp26.250 per kg, gula pasir kemasan premium naik Rp146 menjadi Rp19.000 per kg, serta garam dapur naik Rp1.135 menjadi Rp5.625 per 250 gram.

Sementara itu, harga gula pasir turun Rp125 menjadi Rp18.521 per kg, kentang ukuran sedang turun Rp359 menjadi Rp18.438 per kg, dan harga gas Elpiji 3 kilogram turun Rp500 menjadi Rp20.000 per tabung. (agr/ree)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral