news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi TikTok akuisisi Tokopedia..
Sumber :
  • Istimewa

Gelombang PHK Tokopedia Capai 90 Persen, Pemerintah Akui Industri Tertekan dari Dua Arah

Pemerintah menyoroti tekanan berat yang tengah dihadapi sektor industri di tengah kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia.
Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menyoroti tekanan berat yang tengah dihadapi sektor industri di tengah kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengaku, belum memperoleh laporan terbaru mengenai PHK di perusahaan tersebut, namun menegaskan pemerintah telah menyiapkan mekanisme antisipasi melalui Satgas Mitigasi PHK.

“Saya enggak ngerti ya, gak update untuk itu. Karena kan sudah ada Satgas Mitigasi PHK di dengan Kemenaker,” kata Susiwijono, saat dikonfirmasi tvOnenews.com, Sabtu (4/7/2026).

Meski belum memberikan komentar spesifik mengenai Tokopedia, Susiwijono menilai tekanan yang dialami sektor industri saat ini memang semakin berat. Kondisi tersebut tercermin dari penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang telah bergeser dari fase ekspansi menuju kontraksi.

Menurut dia, industri nasional saat ini menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus, yakni biaya produksi yang meningkat akibat terganggunya pasokan bahan baku serta melemahnya permintaan ekspor karena perlambatan perdagangan global.

“Cuman kalau secara umum sebenarnya, memang kan seperti yang angka PMI, PMI itu kan mengindikasikan industri manufaktur sekarang sebagian besar turun PMI-nya dan bahkan beberapa masuk ke kontraksi. Kalo kita kan dari ekspansi masuk ke kontraksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari sisi input, industri menghadapi gangguan pasokan bahan baku sebagai dampak konflik geopolitik global yang mendorong kenaikan harga.

“Ya itu tadi, tekanan globalnya itu memang dua sisi. Sisi input sama output untuk industri. Sisi inputnya industri kan memang bahan baku kan supply-nya terganggu dengan konflik global geopolitik seperti itu. Harganya jadi tinggi. Jadi dari sisi input memang ada gangguan seperti itu, dan harganya menjadi tinggi,” katanya.

Di sisi lain, pasar ekspor juga mengalami pelemahan karena perdagangan internasional melambat.

“Sementara outputnya kan pasar ekspor ini kan global trade-nya kan turun dengan konflik ini. Jadi kena di dua sisi memang industri ini. Nah itu yang harus hati-hati,” ucapnya.

Susiwijono mengatakan pemerintah terus mengevaluasi sektor-sektor industri yang terdampak agar dapat diberikan stimulus secara lebih terarah. Salah satu contoh yang telah dilakukan adalah pemberian pembebasan bea masuk untuk bahan baku plastik setelah harganya melonjak hingga 115 persen.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral