- Gemini AI
Praktisi Kesehatan Masyarakat Bocorkan Alasan Cuaca Ekstrem Bisa Menyebabkan Kematian
"Sebagian besar model menunjukkan bahwa fenomena ini kemungkinan akan bersifat kuat hingga sangat kuat," keterangan BoM dalam sebuah pernyataan, dalam antara.
Dengan begitu, diprakiraan kondisi El Nino saat ini kemungkinan bakal bertahan hingga paruh kedua 2026, namun dampaknya akan sulit diprediksi akibat pemanasan global.
Berdasarkan berbagai sumber menyatakan gelombang panas ekstrem akibat fenomena kubah panas (heat dome) sedang melanda wilayah tengah, timur, dan timur laut Amerika Serikat (AS).
Dalam situasi ini, cuaca ekstrem yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 25 orang ini memicu status darurat panas di berbagai wilayah.
Merangkum dari ABC bahwa suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius pada peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, memecahkan rekor yang ditetapkan lebih dari 100 tahun yang lalu.
Saat ini dilanda cuaca panas ekstrem dan badai yang memengaruhi stabilitas jaringan listrik di beberapa negara bagian AS.
Bahkan di New York, suhu melonjak hingga 100,4 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celcius) pada Kamis 2 Juli, hingga menyebabkan aspal meleleh.(klw)