news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prambanan Jazz 2026 Ditutup Spektakuler, Java Jive hingga The Rose Satukan Nostalgia dan Euforia di Hari Ketiga.
Sumber :
  • Tim tvOne

Prambanan Jazz 2026 Ditutup Spektakuler, Java Jive hingga The Rose Satukan Nostalgia dan Euforia di Hari Ketiga

Hari ketiga Prambanan Jazz 2026 ditutup meriah lewat penampilan Java Jive, Fariz RM, Tulus, The Rose, KLa Project hingga Jogja Hip Hop Foundation.
Senin, 6 Juli 2026 - 14:04 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Hari ketiga sekaligus penutupan Prambanan Jazz Festival 2026 berlangsung meriah di Pelataran Candi Prambanan, Sleman, Minggu (5/7/2026). Festival musik yang memasuki penyelenggaraan ke-12 ini menghadirkan perpaduan musisi lintas generasi, mulai dari legenda musik Indonesia hingga bintang internasional, yang sukses menghipnotis ribuan penonton sejak sore hingga tengah malam.

Mengusung tema "Celebrate The Joy", Prambanan Jazz 2026 kembali memadukan musik, seni, dan budaya dalam satu panggung. Hari terakhir menjadi penutup yang penuh warna dengan penampilan Java Jive, Fariz RM, Jogja Hip Hop Foundation, Maliq & D'Essentials, Tulus, The Rose, hingga KLa Project sebagai penampil pamungkas.

Java Jive Bangkitkan Nostalgia Era 1990-an

Suasana nostalgia langsung terasa saat Java Jive membuka penampilan di Rukun Stage. Band yang berjaya pada era 1990-an itu mengawali aksi panggung lewat lagu "Kau yang Terindah", disusul "Permataku" yang langsung disambut tepuk tangan meriah para penonton.

Puncak emosional hadir ketika Fatur dan Danny membawakan "Keliru", lagu ciptaan Fatur bersama Capung yang pernah dipopulerkan Ruth Sahanaya. Ribuan penonton kompak menyanyikan setiap lirik lagu tersebut dari awal hingga akhir.

Atmosfer hangat terus berlanjut melalui lagu "Menikahlah Denganku", "Sisa Semalam", hingga "Selalu untuk Selamanya" yang membuat hampir seluruh area depan panggung bernyanyi bersama.

Di sela penampilan, Danny sempat melempar candaan kepada penonton.

"Saya tahu ini generasi Tulus, apa yang diingat dari lagu Java Jive," ujarnya yang langsung disambut tawa penonton.

Java Jive juga memperkenalkan single terbaru mereka bertajuk "Love Is on Its Way", sebelum akhirnya menutup penampilan dengan lagu "Gerangan Cinta".

Sebelum turun panggung, Fatur mengungkapkan rasa terima kasih karena kembali dipercaya tampil di Prambanan Jazz.

"Terima kasih sudah mengundang Java Jive untuk keempat kalinya," kata Fatur.

Fariz RM Kembali Menghibur Penggemar

Rukun Stage kemudian diambil alih oleh Fariz RM yang kembali tampil setelah menjalani masa istirahat panjang. Kehadirannya mendapat sambutan hangat dari penonton yang telah menunggu sejak sore.

"Senang sekali saya bisa bertemu lagi setelah istirahat panjang. Umur saya sekarang 67, tapi saya masih ada di panggung untuk anda," ucap Fariz.

Fariz membawakan sejumlah lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia, seperti "Nada Kasih", "Sakura", hingga "Barcelona".

Lagu "Sakura" menjadi salah satu momen paling berkesan ketika ribuan penonton ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat di bawah megahnya Candi Prambanan.

Fariz juga mengaku terharu melihat antusiasme penonton yang terus memanggil namanya bahkan saat dirinya masih berada di belakang panggung.

"Orang-orang manggil 'Fariz, Fariz.' Padahal saya masih di belakang."

Jogja Hip Hop Foundation Hadirkan Warna Baru

Prambanan Jazz 2026 Ditutup Spektakuler, Java Jive hingga The Rose Satukan Nostalgia dan Euforia di Hari Ketiga
Sumber :
  • Tim tvOne

Tidak hanya menghadirkan nostalgia, Prambanan Jazz 2026 juga memberikan ruang bagi eksplorasi musik. Jogja Hip Hop Foundation tampil dengan aransemen yang berbeda lewat sejumlah lagu populer mereka yang dikemas dalam balutan nuansa jazz.

Perpaduan hip hop dengan sentuhan jazz tersebut menjadi salah satu penampilan yang mencuri perhatian dan memperlihatkan karakter khas festival yang selalu membuka ruang kolaborasi lintas genre.

Tulus hingga The Rose Jadi Magnet Penonton

Memasuki malam hari, antusiasme penonton semakin memuncak menantikan sederet penampil utama, termasuk Tulus dan grup band asal Korea Selatan, The Rose.

The Rose menjadi salah satu penampil internasional yang paling dinanti pada malam penutupan. Grup tersebut membuka interaksi dengan mengungkapkan kerinduannya kepada para penggemar Indonesia.

"Kami sangat merindukan kalian, sangat-sangat merindukan kalian."

Mereka kemudian membawakan sejumlah lagu seperti "You're Beautiful", "RED", "Back To Me", "Shift", "Sorry", "Sour", hingga lagu terbaru "Utopia".

Di tengah konser, sang vokalis bahkan turun dari panggung dan menyapa langsung para penonton yang memenuhi area depan panggung, membuat suasana semakin meriah.

Dengan bahasa Indonesia sederhana, ia juga menyampaikan rasa cintanya kepada para penggemar.

"Aku cinta kamu."

Sebelum membawakan lagu "Sorry", vokalis The Rose memberikan pesan kepada penonton agar terus mengejar passion masing-masing.

"Aku ingin bilang ke kalian kalau setiap kalian adalah artis dengan jalan kalian sendiri. Kalau kalian menemukan seni kalian dan itu baik, jalani. Semua orang bisa melakukan seninya sendiri, dan passion kami ada di musik."

Saat membawakan "Utopia", ribuan penggemar kompak melompat, bernyanyi, dan meneriakkan setiap lirik lagu yang menjadi anthem terbaru tur dunia mereka. Penampilan tersebut menjadi salah satu puncak euforia pada malam penutupan Prambanan Jazz 2026.

KLa Project Tutup Festival dengan Deretan Lagu Andalan

Menjelang akhir festival, KLa Project didapuk sebagai penampil penutup Prambanan Jazz Festival 2026.

Grup musik legendaris tersebut sukses mengguncang panggung lewat aransemen jazz progresif yang dipadukan dengan deretan lagu-lagu hits mereka. Ribuan penonton tetap bertahan hingga penghujung acara untuk menikmati penampilan yang menjadi penutup rangkaian festival selama tiga hari.

Selain Rukun Stage, Guyub Stage juga diramaikan penampilan White (Jazz) Chorus, Nonaria, Rio Febrian Broadway Night, Ari Lasso, Maliq & D'Essentials, serta sejumlah musisi lainnya yang menghadirkan warna berbeda sepanjang hari terakhir festival.

Selama tiga hari penyelenggaraan pada 3-5 Juli 2026, kawasan Candi Prambanan dipadati ribuan penonton yang datang untuk menikmati perpaduan musik, seni, budaya, serta kolaborasi lintas generasi. Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya, Prambanan Jazz Festival kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival musik paling bergengsi di Indonesia dengan menghadirkan pengalaman musik yang menyatukan berbagai genre dan generasi dalam satu panggung.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:59
05:06
06:58
06:06
08:26
04:17

Viral