- Antara
Kebakaran di Palmerah Jakbar: Lansia 81 Tahun Ditemukan Tewas Terjebak Dalam Rumah
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah insiden kebakaran maut terjadi di kawasan permukiman RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu (5/7) malam.
Peristiwa tragis ini merenggut nyawa seorang lansia berusia 81 tahun yang diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api melahap kediamannya.
Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Ali Hamzah, api diduga kuat berasal dari sebuah lilin yang digunakan oleh korban sebelum kejadian. Korban sempat terlihat mencari perlengkapan tersebut sejak sore hari.
"Beliau dari sore itu nyari lilin sama kabel. Entah mau dibuat apa. Tapi sekitar jam 6 sore, sekitar selesai shalat magrib, sudah ada asap di dalam (rumah korban). Ternyata, dia sudah menggunakan lilin. Lilin dibakar, kebetulan mejanya beralaskan kain. Jadi, lilinnya jatuh, terbakar, asap," tutur Ali kepada awak media di lokasi, Senin (6/7) siang.
Konstruksi bangunan di wilayah tersebut yang didominasi oleh material kayu membuat api menjalar dengan sangat cepat ke bangunan di sekitarnya. Kobaran api bahkan dilaporkan sempat merambat hingga ke tiang listrik di dekat pemukiman.
“Di sini banyak rumah kayu, jadi cepat tembus apinya. Kalau rumah batu, masih bisa menahan, tapi yang kayu habis semua,” tambah Ali.
Ali menceritakan bahwa warga sempat berusaha menolong korban dengan mendobrak pintu rumahnya, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pintu sulit dibuka dan posisi korban tidak diketahui.
“Kita sempat nyari keluar semua, takutnya beliau lari keluar. Saya juga sempat nendang pintu karena kirain pintunya buka ke dalam, ternyata bukanya ke luar,” ungkapnya.
Jasad korban akhirnya baru berhasil ditemukan pada pukul 21.00 WIB dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan di area dekat kamar mandi. Penemuan ini dilakukan oleh petugas PPSU dan aparat kepolisian yang menyisir lokasi dengan bantuan pencahayaan senter.
“Waktu itu, puingnya sudah tinggi. Baru PPSU sama polisi pakai lampu, terus kelihatan korban di dekat kamar mandi,” kata Ali menjelaskan proses penemuan jenazah.
Akibat musibah ini, sebanyak enam bangunan hangus terbakar dan berdampak pada tujuh kepala keluarga (KK).