- Instagram/@ataliapr
Buntut Polemik Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat", Dedi Mulyadi Nasihati Om Zein: Bapak Adalah Bupati, Setiap Tindakan Dipertanggungjawabkan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menasihati Bupati Purwakarta Saiful Bahri Binzein atau Om Zein buntut polemik lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat”.
Adapun lirik lagu tersebut menuai kritikan dari publik terutama perempuan. Kang Dedi Mulyadi atau KDM lantas berdialog langsung dengan Om Zein.
Dilansir dari channel YouTube Dedi Mulyadi, mulanya dia menanyakan apa latar belakang lagu tersebut kepada Om Zein. KDM juga bertanya apakah lirik lagu itu merupakan pengalaman pribadi atau bukan.
Om Zein lantas mengakui lagu tersebut merupakan refleksi pengalaman pribadinya sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan.
"Jadi cerita tentang diri saya waktu mudanya nakal sebelum jadi bupati itu nakal," katanya dikutip Selasa (7/7/29296).
Di hadapan KDM, Om Zein mengatakan dirinya pernah menjalani kehidupan yang jauh berbeda dibandingkan sekarang ketika mengemban amanah sebagai bupati.
Dedi Mulyadi lantas mengapresiasi keterbukaan Om Zein. Namun, dia mengingatkan bahwa tidak semua pengalaman pribadi layak disampaikan secara terbuka kepada publik terutama oleh seorang pejabat negara.
"Bapak hari ini adalah bupati, maka setiap ucapan dan tindakan seorang bupati akan selalu dipertanggungjawabkan kepada publik," kata KDM.
Om Zein lantas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.
Dia mengaku salah dan telah menghapus lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” dari seluruh platform media sosial.
Setelah meminta maaf, dia siap mendapatkan sanksi dan berkomitmen merenovasi 10 rumah janda muda di Purwakarta menggunakan dana pribadi sekaligus membantu menjamin pendidikan anak-anak mereka.
"Saya sanggup menjalankan sanksi sosial dari gubernur. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas itu. Karena saat itu saya tidak menyadarinya. Ketika ini menjadi kontroversi, saya salah dalam pemilihan kata," kata Om Zein.
Adapun hal ini disanggupinya sebagai bentuk kesungguhan dirinya memperbaiki kekeliruan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dia pun menyesal dan akan lebih bijak lagi ke depannya. (nsi)