news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokter PPDS Adrian Rantung.
Sumber :
  • Instagram @kemenkes_ri

Reaksi Kemenkes atas Kasus Kematian dr. Adrian Rantung Diduga Imbas Bullying di PPDS Anestesi RSUP Kandou Manado

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) -
Selasa, 7 Juli 2026 - 22:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.

Langkah ekstrem ini diambil menyusul insiden tragis meninggalnya seorang dokter residen peserta PPDS yang diduga kuat menjadi korban perundungan (bullying) senior.

Kebijakan pembekuan sementara ini diberlakukan demi menjaga independensi dan kelancaran proses investigasi yang saat ini tengah digulirkan oleh tim gabungan lintas instansi.

Dokter PPDS FK Unsrat, dr Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat menjadi korban bullying
Sumber :
  • Instagram/@soalunsrat

Juru Bicara Kemenkes Widyawati menegaskan bahwa hingga saat ini proses pemeriksaan masih berjalan maraton.

Otoritas terkait belum mengeluarkan kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kematian maupun detail dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan rumah sakit pendidikan tersebut.

“Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi, dan Kemendiktisaintek,” ungkap Widyawati saat dihubungi oleh tvOnenews.com, Selasa (7/7/2026).

Lebih lanjut, Widyawati meluruskan bahwa sanksi penghentian operasional ini hanya menyasar pada aktivitas praktik pendidikan di dalam RSUP Kandou, bukan membekukan program studi (prodi) Anestesiologi secara keseluruhan.

“Sementara investigasi itu berjalan, kegiatan pendidikan prodi anestesi di RS Kandou dihentikan sementara. Yang dihentikan hanya kegiatan pendidikannya, bukan prodinya. Aktivitas PPDS di RS Kandou akan dibuka kembali setelah ada hasil investigasi tim terhadap kasus tersebut,” jelasnya bersikap tegas.

Diduga Akhiri Hidup Akibat Tekanan Berat, Kemenkes Buka Suara soal Bullying

Prahara kelam di dunia kedokteran ini pertama kali mencuat ke publik setelah salah satu dokter peserta PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dr. Adrian Rantung ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Diduga Unggahan Terakhir dr Adrian Rantung
Sumber :
  • Treads @radietyaalvarabie

Berdasarkan isu dan informasi yang berkembang, korban nekat mengakhiri hidupnya sendiri lantaran tidak kuat menahan tekanan psikologis serta beban berat yang diduga berkaitan erat dengan praktik perundungan sistemik selama menempuh pendidikan spesialis di RSUP Kandou.

Tragedi memilukan yang menimpa dr. Adrian ini seketika memantik gelombang kemarahan publik serta sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat terhadap budaya senioritas dan lingkaran setan perundungan di lingkungan rumah sakit pendidikan tinggi.

Sebagai bentuk respons cepat, Kemenkes langsung mengaktifkan instrumen hukum guna memastikan kasus ini diusut sampai ke akar-akarnya tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.

Kebijakan taktis pembekuan ini bersandar penuh pada Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kemenkes.

Aturan hukum tersebut menjadi senjata utama pemerintah dalam menindak tegas segala bentuk kekerasan fisik, verbal, maupun mental di lingkungan pendidikan dokter spesialis demi memutus mata rantai tradisi toksik yang terus memakan korban jiwa. 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:30
02:19
06:15
00:53
03:05
12:19

Viral