- Antara
Geger, Niat Cari Ikan, Warga Blitar Malah Temukan Benda Diduga Roket Tertancap di Dasar Sungai
Jakarta, tvOnenews.com - Warga di sekitar aliran Sungai Lahar, Jalan Manggar, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar mendadak heboh pada Rabu (8/7).
Hal ini dipicu oleh penemuan sebuah benda berbahan logam yang diduga kuat sebagai roket atau rudal di dasar sungai.
Menanggapi laporan tersebut, Polres Blitar Kota segera bergerak cepat dengan mengerahkan tim Penjinak Bom (Jibom) dari Brimob Polda Jawa Timur guna mengamankan lokasi dan mengecek temuan tersebut.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Samsul Anwar, membenarkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan tim ahli dari Kediri.
"Karena benda tersebut diduga roket atau rudal, kami langsung berkoordinasi dengan Unit Jibom Brimob Polda Jatim yang berada di Kediri," ujar Samsul di Blitar, Rabu (8/7).
Kronologi penemuan bermula saat seorang warga sedang mencari ikan di sungai tersebut. Awalnya, saksi mengira benda keras yang terinjak oleh kakinya hanyalah sebuah batu biasa.
Namun, rasa penasaran muncul saat ia mencoba menyinari benda itu dengan senter.
Terlihat sebuah logam berbentuk lonjong sepanjang kurang lebih 18 centimeter. Yang mengejutkan, benda berkarat itu memiliki empat sirip pada salah satu ujungnya, menyerupai bagian ekor proyektil atau roket.
Lokasinya berada dalam posisi tertancap di dasar sungai dan terjepit di antara bebatuan besar.
Karena merasa terancam dengan bentuk benda tersebut, warga tidak berani menyentuhnya dan langsung melapor ke pengurus RT setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Meski sudah berada di lokasi, AKP Samsul menjelaskan bahwa evakuasi tidak bisa dilakukan seketika. Posisi benda yang tertancap kuat menjadi kendala utama bagi petugas di lapangan.
"Hingga saat ini benda tersebut belum bisa diamankan karena masih tertancap di dasar sungai. Tim masih berupaya melakukan pengangkatan," jelasnya.
Guna menjaga keamanan warga sekitar, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di area penemuan.
Warga dilarang keras mendekat hingga situasi dipastikan benar-benar aman. Hingga berita ini diturunkan, status keaktifan benda tersebut masih menjadi tanda tanya.
"Belum bisa dipastikan apakah masih aktif atau tidak. Tim masih bekerja di lokasi. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan," ujar Samsul. (ant/dpi)