- Yayasan Astra - YPA MDR.
Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia Terus Meningkat, Ini Buktinya
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerataan kualitas pendidikan di daerah terpencil tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran dan kapasitas tenaga pendidik. Hal ini tercermin dari perubahan yang terjadi di UPTD SDN Oefoe, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Sekolah dasar yang sebelumnya belum memiliki status akreditasi itu kini berhasil memperoleh Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional pada Mei 2026. Capaian tersebut menjadi yang pertama sejak sekolah berdiri dan menjadi salah satu indikator peningkatan kualitas layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Transformasi tersebut juga diiringi dengan peresmian penggunaan bangunan baru sekolah pada Selasa (7/7). Penambahan fasilitas dilakukan untuk menjawab meningkatnya jumlah peserta didik sekaligus mendukung proses belajar yang lebih nyaman.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7.587 meter persegi itu kini memiliki total luas bangunan sekitar 783 meter persegi. Fasilitas yang diperbarui mencakup renovasi tiga ruang kelas serta pembangunan tiga ruang kelas baru. Dua di antaranya dirancang fleksibel sehingga dapat dimanfaatkan sebagai semi-aula untuk berbagai kegiatan siswa.
Selain ruang belajar, sekolah juga dilengkapi dengan gedung kantor, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, lopo membaca sebagai ruang literasi, lapangan olahraga multifungsi, area parkir guru, pagar sekolah, hingga fasilitas sanitasi berupa toilet, sumur bor, dan menara penampungan air bersih.
Ketua Pengurus Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR), Gunawan Salim, mengatakan penyediaan fasilitas belajar yang memadai merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas.
“Peresmian bangunan ini (UPTD SDN Oefoe) merupakan bentuk komitmen nyata Yayasan Astra - YPA MDR untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman. Kami ingin memastikan seluruh guru dan siswa memiliki fasilitas terbaik yang mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal, inklusif, serta berkelanjutan," kata Gunawan Salim dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/7/2026).
Namun, perubahan di sekolah tersebut tidak hanya terlihat dari sisi infrastruktur. Sejak 2022, berbagai program pembinaan juga dilakukan untuk memperkuat aspek akademik, karakter, kecakapan hidup, dan pelestarian budaya.