news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota DPR RI, Rachmat Gobel.
Sumber :
  • Istimewa

Kisah Rachmat Gobel Sebelum Meninggal Dunia, Mengubah Panasonic Menjadi Raksasa Elektronik Indonesia

Anggota DPR RI, Rachmat Gobel memiliki kisah perjalanan di Gobel Group bagaimana membawa Panasonic menjadi pioner elektronik membangun ekonomi di Indonesia.
Jumat, 10 Juli 2026 - 09:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Rachmat Gobel dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB.

Rachmat Gobel menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan. Kabar Rachmat Gobel meninggal dunia langsung disampaikan pihak keluarga melalui media sosial pribadinya dan Ketua DPP NasDem, Willy Aditya.

"Turut Berduka Cita. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah: H. Rachmat Gobel pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB, di Jakarta," ungkap Willy, Jumat (10/7/2026).

Rachmat Gobel akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Jakarta Selatan. Setelah itu, anggota DPR RI Fraksi NasDem itu akan dimakamkan di Gorontalo.

Di balik kabar duka ini, Rachmat Gobel mempunyai perjalanan kisah di dunia bisnis selain bicara di dunia politik nasional. Ia pernah menceritakan jerih payah membangun industri elektronik khususnya Panasonic menjadi raksasa elektronik Indonesia.

Kisah Rachmat Gobel Ubah Panasonic Menjadi Raksasa Elektronik Indonesia

Rachmat Gobel
Sumber :
  • Istimewa

Dilansir dari situs NasDem dan Gobel.id, Rachmat Gobel merupakan pria kelahiran Gorontalo pada 3 September 1962.

Rachmat Gobel cukup beruntung. Ia bisa dikenal sebagai sosok penerus Gobel Group karena lahir dari keluarga pebisnis.

Ia merupakan anak kelima sekaligus putra laki-laki pertama dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Sementara, sang ayah dikenal sebagai tokoh pelopor industri elektronik di Indonesia serta pendiri Kelompok Usaha Gobel.

Meski lahir dari keluarga pebisnis, Rachmat Gobel tidak langsung memilih sebagai pengusaha. Ia dididik agar menjadi pewaris dan pemimpin perusahaan Kelompok Usaha Gobel.

Merujuk dari laman MPR RI, Rachmat lebih dulu mengenyam pendidikan dari tingkat dasar di SD Republika Mexico Pagi (1974), SMPN 11 Jakarta (1977), dan SMAN 3 Jakarta (1981).

Rachmat tidak berpuas diri. Ia melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan Pemasaran dan Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang pada 1987.

Sebelum kuliah di Jepang, Rachmat telah memulai kariernya sebagai tukang sapu saat masih duduk di bangku SMP. Seiringnya waktu, ia dipekerjakan oleh Thayeb sebagai tenaga pelatih di pabrik baterai milik perusahaan pada 1988.

Rachmat juga sempat bekerja di PT Matsushita Group, Jepang sebelum memutuskan kembali ke Indonesia pada 1989. Selepas itu, ia pun dipromosikan ke posisi menengah dan tanggung jawab lebih besar di PT National Gobel.

Rachmat memulai jabatannya di posisi sebagai asisten presiden direktur PT National Gobel yang kini menjadi PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Perencanaan, Wakil Direktur Utama, Direktur Utama Perseroan pada 1994.

Di momen inilah, Rachmat belajar banyak baik saat membuat strategi bisnis hingga menyelamatkan perusahaan dari krisis pada 1998. Ia membuat gebrakan melalui pembaharuan kerja sama antara PT Gobel Internasional dan Matsushita Electric Industrial Co Ltd.

Pada 2020, Rachmat menceritakan prestasi yang berhasil dicapai selama enam dasawarsa dalam kemitraan Gobel dan Panasonic Corp.

Menurut Rachmat, pabrik elektronik didirikan ayahnya merupakan pioner industri elektronik di Indonesia. Tujuan Thayeb, kata dia, berkomitmen membangun industri sebagai jalan berbakti memajukan Indonesia.

"Demi cita-cita tersebut, Pak Gobel kemudian memilih kerja sama, joint venture dengan Matsushita (Jepang) karena sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan rinvestasi jangka panjang di Indonesia," kata Rachmat Gobel dikutip dari Antara.

Ia mengenang industri elektronik saat pertama kali dibangun oleh ayahnya. Putra tertua Thayeb mohammad Gobel itu menyebut bahwa sang ayah mulanya mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing di Cawang, Jakarta pada 1954.

Ia menuturkan, perusahaan yang pertama kali didirikan Thayeb memproduksi radio transistor pertama di Indonesia. Merek utama yang menjadi andalan adalah "Tjawang".

Tampaknya, Thayeb telah lama membangun usahanya dengan menggandeng Matsushita Electric Industrial Co Ltd pada 1960. 10 tahun kemudian dari perkembangan kolaborasi ini, keduanya membentuk joint venture PT National Gobel sebagai perusahaan assembling & manufacturing peralatan elektronik rumah tangga.

Sejak Panasonic dipegang olehnya, Rachmat selalu berpegang teguh pada prinsip tekad ayahnya demi membangun industri dan nilai tambah untuk perekonomian Indonesia. Ia menanamkan filosofi "pohon pisang" dari Thayeb yang mengajarkan agar anaknya terus berjuang dan pantang menyerah demi menebar manfaat untuk banyak orang.

Filosofi ini yang membuat Rachmat pernah mengekspansi dengan mengembangkan produk bernilai ekspor sejak awal 1990-an. Selain itu, keberhasilan kegiatan Joint Venture antara Panasonic-Gobel di Indonesia membuat dirinya menjadi Presiden Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang pada 2006.

Rachmat pernah menceritakan saat Panasonic Gobel menghadapi kelesuan pasar akibat wabah COVID-19. Kembali lagi, filosofi berpadu dengan Matsushita tentang air mengalir, perusahaannya bisa bertahan hingga saat ini.

Di balik kesuksesan Panasonic Gobel, Rachmat tidak melupakan perhatian besar terhada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ia berpegang teguh pada filosofi "Kita harus memanusiakan manusia".

Hingga kini, ada banyak produk elektronik di Tanah Air dari karya Panasonic Gobel, di antaranya air conditioner (AC), pompa air, mesin cuci, kulkas, TV, audio, kipas angin, dan berbagai produk solusi untuk segmen B2B/B2G Panasonic di Indonesia.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:17
01:48
01:03
03:58
06:09
05:24

Viral