- Aldi Herlanda/tvOnenews
Golkar Sebut Hitungan Dana BOS Dinilai Belum Ideal, Biaya Pendidikan Tiap Siswa Harusnya Rp18 Juta per Tahun
Jakarta, tvOnenews.com - Fraksi Partai Golkar menilai pemerintah perlu mengevaluasi kembali efektivitas alokasi anggaran pendidikan yang sebelumnya ditetapkan minimal 20 persen dari APBN.
Hal itu disampaikan dalam seminar bertajuk “Optimalisasi Harga Satuan Pendidikan sebagai Dasar Penetapan Biaya Pendidikan yang Layak dan Berkeadilan” yang digelar Fraksi Golkar DPR.
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan sesuai kajian Fraksi Golkar di DPR RI, kebutuhan ideal biaya pendidikan masing-masing siswa sebesar Rp18 juta per tahun.
“Ada hitung-hitungan dari Fraksi Partai Golkar yang mungkin saja berbeda. Kita menghitung biaya per siswa yang memungkinkan kita menjadi negara maju itu per siswa Rp18 juta per tahun,” kata Sarmuji dalam pidatonya di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Dia menjelaskan total tersebut setelah pihaknya menghitung seluruh komponen biaya pendidikan, mulai dari biaya yang ditanggung keluarga hingga beban yang ditanggung oleh guru.
“Mungkin ada yang melakukan review, ada yang Rp3 juta, ada yang mungkin Rp6 juta, tetapi apa yang diungkapkan oleh kajian dari Fraksi Partai Golkar itu karena kita menghitung keseluruhan layer,” jelasnya.
Apabila melihat jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp900 ribu per siswa per tahun, Sarmuji menilai jumlah tersebut masih belum ideal.
“Kalau ketika layer itu dihitung secara jujur, kita menemukan kita mesti menyediakan Rp18 juta per orang per tahun. Sementara BOS kita baru Rp900.000 per siswa per tahun,” bebernya.
“Tentu masih sangat jauh karena BOS hanya menanggung sekitar 5 persen dari kebutuhan yang sesungguhnya,” tandas Sarmuji. (saa/muu)