Laka Maut di Pantura, 12 Pengantar Pengantin Tewas, Polisi Gelar Olah TKP
Indramayu, tvOnenews.com - Kecelakaan maut melibatkan mobil pikap pengangkut rombongan pengantar pengantin dan sebuah truk tronton terjadi di jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil pikap yang dikemudikan Warsidi hendak berputar arah di kawasan Kiajaran Kulon.
Pada saat bersamaan, dari arah yang sama melaju truk tronton yang dikemudikan Dede Ibat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras menyebabkan para penumpang mobil pikap terpental ke badan jalan. Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang dan Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, sejumlah korban yang mengalami luka berat di bagian kepala meninggal dunia saat dalam perjalanan maupun ketika menjalani perawatan di rumah sakit.
Dari total korban meninggal, sembilan orang merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, sedangkan tiga korban lainnya berasal dari Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Sementara itu, enam korban yang selamat masih menjalani perawatan intensif akibat mengalami patah tulang dan luka-luka setelah terlempar dari kendaraan.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat bersama Kepolisian Resor Indramayu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Proses olah TKP sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur Pantura tersendat karena sebagian ruas jalan ditutup sementara.
Polisi juga telah mengamankan sopir truk tronton untuk dimintai keterangan. Hingga kini, penyidik masih memeriksa sedikitnya dua orang saksi serta mengumpulkan bukti-bukti di lokasi guna memastikan penyebab kecelakaan yang menewaskan 12 orang tersebut.