- Antara
Soal Pemadaman Listrik di Sumatera dan Jawa-Bali, Discourse Forum Reform Syndicate: Bukan Hanya Teknis Belaka
Adapun Moh. Jawahir, Direktur Riset Reform Syndicate, menyampaikan masalah kualitas batubara yang tidak sesuai dengan spesifikasi turut memperburuk krisis kelistrikan. Ia menuturkan jika kondisi ini membawa dampak berantai ekonomi yang besar terhadap pelaku UMKM hingga sektor industri akibat pemadaman bergilir.
“Pemangkasan RKAB tahun 2026 berdampak langsung pada volume batubara yang tersedia. Perlu ada koreksi terhadap mekanisme DMO agar lebih fleksibel dan terindeks dengan harga pasar, dan percepatan transisi energi agar ketergantungan pada batubara bisa dikurangi secara bertahap,” pungkasnya
Diskusi yang dimoderatori Raihanny Fitria ini menyimpulkan perlunya langkah konkret untuk mengatasi masalah. Reform Syndicate merumuskan empat rekomendasi utama sebagai berikut:
1. Reformulasi DMO yang tegas melalui penegakan sanksi pencabutan izin ekspor, pengawasan digital, transparansi data rantai pasok, serta cadangan strategis minimal 20-26 hari operasi di setiap PLTU.
2. Modernisasi infrastruktur melalui pengembangan smart grid, sistem penyimpanan energi, dan peningkatan interkoneksi transmisi antar-pulau untuk meningkatkan keandalan jaringan.
3. Akselerasi transisi energi terbarukan dengan mempercepat diversifikasi bauran energi, memperlebar ruang investasi, dan jaminan insentif regulasi yang mendukung integrasi ke sistem kelistrikan nasional.
4. Membangun tata kelola energi inklusif lewat kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil berbasis prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna mencegah perburuan rente.