- Antara
Pria di Bekasi Jadi Korban Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Saat Ditinggal Cukur Rambut, Tas Berisi Barang Berharga Raib
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria diduga menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca. Peristiwa ini terjadi di depan barber shop, Jalan Setiadarma 2 No.68, Desa Setiadarma, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/6) dan diunggah pada akun Instagram @infobekasi, dengan keterangan “MODUS PECAH KACA DI TAMBUN SELATAN, TAS BERISI IPHONE DAN DOKUMEN DIGASAK MALING”.
Terlihat terduga pelaku berjumlah dua orang dan berboncengan menggunakan satu motor. Salah satu pelaku berupaya mendekat ke kaca mobil dan memecahkannya.
Selanjutnya, salah satu pelaku tampak mengambil barang dari dalam mobil. Usai berhasil mengambil barang tersebut, kedua pelaku langsung melarikan diri.
Menanggapi peristiwa ini, Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB.
“Korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tambun Selatan guna dilakukan penyelidikan dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Aliyani, kepada wartawan, Kamis (16/7).
Aliyani mengungkapkan kronologi peristiwa ini bermula saat korban berinisial SP (42) tengah mengendarai mobil dan memarkirkan kendaraannya di depan barber shop dengan maksud untuk mencukur rambut.
“Setelah memarkirkan kendaraan, korban masuk ke dalam barber shop dan melakukan potong rambut. Sekira pukul 20.30 WIB, setelah selesai mencukur rambut, korban bermaksud pulang ke rumah,” ungkap Aliyani.
Kemudian, saat korban berjalan menuju kendaraannya, korban terkejut lantaran melihat kaca pintu tengah sebelah kanan mobilnya telah dalam keadaan pecah.
“Korban kemudian memeriksa bagian dalam kendaraan dan mendapati bahwa tas selempang warna hitam yang berada di dalam mobil telah hilang. Tas tersebut berisi satu buah dompet yang berisi KTP, SIM, STNK, kartu ATM, dan kartu BPJS, uang tunai sebesar Rp9 juta, satu unit Iphone 15 dan satu unit handphone Realme,” jelasnya.
Sementara itu, Aliyani menerangkan, saat ini terduga pelaku masih dalam penyelidikan.
“Pelaku dalam lidik,” ucapnya. (ars/dpi)