Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bekasi, Pelaku Utama Masih Diburu
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi meringkus satu pelaku penganiayaan dan penyekapan wanita berinisial TS yang terjadi di kontrakan, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
“Sejauh ini (pelaku ditangkap) satu orang ya dan masih dalam penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra menuturkan, pelaku yang telah diamankan memiliki peran membantu pelaku utama.
“(Pelaku) sementara 1 orang. Dia karyawannya si S (pelaku utama), kemudian dia membantu,” ucap Jerico.
Kemudian Jerico menerangkan, saat ini pihak kepolisian masih berupaya memburu pelaku utama terkait peristiwa tersebut.
“Pelaku utamanya masih kita kejar ini, semoga segera terungkap ya. Kita lagi nunggu pelaku utamanya, sementara (pelaku diamankan) 1 orang, cuma kan ada keterkaitan atau tidak kita nunggu si pelaku utamanya ini yang si S itu,” ujar Jerico.
Untuk diketahui, Peristiwa ini mencuri perhatian setelah sejumlah media lokal ramai-ramai mengunggah kondisi tubuh korban. Dalam video viral, TS tampak dipenuhi luka lebam. Wajah korban terluka diduga dampak dari pemukulan.
Dalam keterangan video yang beredar, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh SL di sebuah kontrakan.
Lokasi kontrakan tersebut terletak di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Peristiwa semakin terungkap pasca keluarga TS mendatangi lokasi kejadian pada Rabu (8/7/2026).
TS menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya. Peristiwa pilu dialaminya berawal saat melakukan perbincangan secara intens dengan pelaku.
Situasi berubah ketika keduanya bertengkar. Pertengkaran tersebut membuat SL diduga meluapkan emosi hingga melakukan kekerasan fisik kepada TS selama sepekan.
"Sebelumnya kami memang sudah berantem terus. Selama satu minggu terakhir itu, dia sudah membabi buta. Kalau dari sebelumnya, kita masih normal aja kayak berantem jeda, baikan," kata TS.
Pelaku sudah tidak bisa mengendalikan emosinya. Dugaan tindakan penganiayaan kerap kali terjadi baik saat dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
Kejadian pemukulan terjadi secara berulang selama satu pekan. Selain mengalami luka lebam, korban juga mengaku sangat trauma atas peristiwa pilu tersebut.
Load more