- Istimewa
Sambut Hari Anak Nasional 2026, Pertunjukan Teater Fantasy Land Ajak Anak Berkebutuhan Khusus
Ia menjelaskan salah satu tokoh bernama Black Shadow menjadi simbol cara pandang yang cenderung melihat dunia hanya dari satu sisi.
"Dunia anak-anak penuh warna. Sementara Black Shadow hanya melihat satu warna. Karakter itu mewakili sudut pandang orang tua," ujarnya.
Melalui konflik tersebut, pertunjukan mengajak orang tua memberi ruang kepada anak untuk bertumbuh, bereksplorasi, dan mengekspresikan diri, tanpa melepaskan pendampingan.
Di atas panggung, penonton akan bertemu berbagai karakter fantasi seperti unicorn, naga, peri, kelinci, ular, hingga tokoh-tokoh anak yang menjadi bagian dari perjalanan cerita.
Setiap karakter membawa pesan yang berbeda, namun bermuara pada nilai yang sama, keberanian, empati, dan penerimaan terhadap perbedaan.
Bagi para pemain, tantangan utama bukan hanya memerankan karakter fantasi, melainkan menghadirkan emosi yang dapat dipahami penonton anak-anak.
Kolaborasi Regina Art dan Indonesia Kaya juga membawa pesan yang lebih luas. Seni diposisikan bukan semata sebagai hiburan, melainkan ruang belajar yang mempertemukan anak-anak dengan nilai toleransi, kemanusiaan, dan kehidupan bersama.
Pendekatan tersebut sejalan dengan sejumlah kajian internasional mengenai pendidikan seni. Laporan Reimagining Our Futures Together yang diterbitkan UNESCO menempatkan seni sebagai bagian penting dalam membangun empati, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan penghargaan terhadap keberagaman sejak usia dini.
Sementara kajian OECD mengenai perkembangan sosial-emosional anak menunjukkan keterlibatan dalam aktivitas seni membantu membangun kemampuan memahami perspektif orang lain serta memperkuat rasa percaya diri.
Bagi anak dengan autisme, lingkungan pertunjukan yang lebih ramah sensorik juga menjadi perhatian banyak lembaga. Panduan yang diterbitkan Autism Speaks menjelaskan bahwa pengaturan pencahayaan, volume suara, serta fleksibilitas interaksi dapat membantu anak menikmati pertunjukan tanpa mengalami rangsangan sensorik yang berlebihan.
Fantasy Land akan dipentaskan dalam dua sesi, pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta. Masyarakat dapat menyaksikannya tanpa dipungut biaya melalui registrasi di platform Indonesia Kaya.
Peringatan Hari Anak Nasional setiap tahun menjadi momentum untuk kembali membahas pemenuhan hak anak, termasuk hak memperoleh pendidikan, perlindungan, dan akses terhadap kegiatan seni serta kebudayaan.