news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha, Dokter PPDS Adrian Rantung, dan dokter Alex Cristo Loris.
Sumber :
  • Kolase tvOneNews & Instagram/@soalunsrat/@fkunri_official

3 Kasus Kematian Dokter Viral Bulan ini: dari dr Icha hingga Dokter PPDS di Siak Tewas di Semak-semak

Berikut rekapan kasus kematian dokter yang viral hingga pertengahan Juli 2026, mulai dari Dokter Icha, Dokter PPDS, dr Adrian Rantung dan dr Alex Kristo Loris.
Jumat, 17 Juli 2026 - 06:03 WIB
Reporter:
Editor :

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati menyampaikan bahwa, pihaknya membekukan sementara kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUD Prof Dr R.D. Kandou Manado. Kemenkes akan membuka kembali pasca hasil investigasi keluar.

3. Dokter PPDS Anestesiologi UNRI

dr Alex Kristo Loris, Dokter PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau (RIAU) di RSUD Tengku Rafian yang ditemukan tewas di semak belukar
Sumber :
  • Instagram/@fkunri_official

Alex Kristo Loris alias AKL (30), dokter PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran UNRI di RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau, ditemukan tewas di semak belukar pada Selasa (14/7/2026).

AKL ditemukan dalam kondisi telentang meninggal dunia di semak-semak di samping pagar RSUD Tengku Rafian sekitar pukul 11.30 WIB. Awal mula kematian ini terungkap datang dari istri korban yang juga seorang dokter berinisial YM (31).

YM mengaku tidak bisa berkomunikasi dengan suaminya. AKL telah hilang kontak sehingga membuat istrinya resah dan mendatangi RSUD Tengku Rafian pada Senin, 13 Juli 2026.

Upaya YM ingin mengetahui keberadaan suaminya sia-sia. Ps Kasi Humas Polres Siak, Aiptu Dedek Prayoga mengatakan, istri korban bersama petugas keamanan rumah sakit pun mengecek kamera CCTV.

Jejak terakhir AKL terekam sedang berjalan sendirian keluar dari rumah sakit. Ia terlihat hanya sampai ke area semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian.

Pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 07.30 WIB, petugas keamanan kembali bertanya kepada seluruh jajaran rumah sakit. Hasilnya tetap berakhir nihil.

Dua petugas keamanan bernama Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35) dan pengemudi ambulans bernama Selamat (55) menjadi saksi. Mereka sempat menyisir ke area semak belukar pada pukul 11.30 WIB.

Seorang saksi kemudian memanjat pagar pembatas rumah sakit. Di momen inilah, ia melihat jenazah korban telah telentang tak bernyawa yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari pembatas rumah sakit dan berjarak 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

Kasubbid Penmas Polda Riau, AKBP Rudi Samosir mengungkap hasil autopsi sementara. Dari hasil pertama, korban diperkirakan telah meninggal dunia selama 12-24 jam.

Petugas medis juga mendapatkan adanya luka berbentuk titik. Selain itu, korban juga mengalami pembengkakan di punggung tangan kiri.

"Ada juga ditemukan memar pada kepala akibat kekerasan tumpul," kata Rudi.

Hingga kini, penyebab kematian korban masih menjadi misteri. Pihak kepolisian terus menunggu hasil autopsi secara keseluruhan.

Berita Terkait

1 2
3
4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:35
01:10
01:48
08:00
01:13
06:45

Viral