- tvOneNews
Kronologi ASN BPN Lompat dari Lantai 12 Apartemen, Berawal Open BO Berujung Diperas hingga Tersangka PSK Tanya AI
Medan, tvOnenews.com - Kematian tragis seorang aparatur sipil negara (ASN) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias berinisial AL (27) menggemparkan publik. Ia diduga tewas setelah melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview Medan.
Penyebab ASN BPN itu melompat diduga akibat menjadi korban pemerasan oleh dua wanita bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Momen ini membuatnya lompat dari lantai 12 apartemen di Jalan Abdul Hakim, Kota Medan, Jumat (10/7/2026) dini hari.
Polisi pun langsung bergerak cepat menangani kasus kematian ASN bertuguas di BPN Kabupaten Nias tersebut. Tak butuh waktu lama, dua PSK beraktivitas lewat kegiatan open BO berinisial JS (29) dan FR (31) ditetapkan sebagai tersangka.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis menyampaikan bahwa, kedua cewek open BO tersebut telah ditahan. PSK tersebut mendekam di Mako Polrestabes Medan dan akan menjalani proses hukum selanjutnya.
"Kasus tersebut kita telah menetapkan dua orang tersangka," ujar Adrian dalam konferensi pers di Polrestabes Medan dikutip tvOnenews.com dari VIVA Medan, Jumat (17/7/2026).
Kronologi ASN BPN Nias Tewas usai Lompat dari Lantai 12 Apartemen di Medan
- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Adrian mengungkapkan kronologi lengkap terkait tewasnya ASN tersebut. ASN muda itu mulanya menginap di sebuah apartemen di Jalan Abdul Hakim, Kota Medan.
Tujuan AL menginap di apartemen karena baru selesai mengurus proses administrasi dirinya. Sebab, ia ingin memperkokoh status ASN di BPN Sumut sehingga harus berada di Kota Medan sejak Kamis, 9 Juli 2026.
Tambah Adrian, kebutuhan administrasi tersebut mengharuskan korban datang ke Medan. Ia wajib mengambil SK bahwa dirinya telah berstatus PNS.
Hingga Jumat (10/7/2026) dini hari, AL coba berniat untuk melakukan pemesanan wanita yang bekerja sebagai PSK. Ia memesan lewat aplikasi kencan atau MiChat sebagai aktivitas Open BO.
AL pun berhasil mendatangkan dua wanita berinisial JS dan FR sekitar pukul 04.00 WIB. 20 menit setelahnya, kedua tersangka telah tiba di lobi apartemen sehingga dijemput korban untuk memasuki kamarnya terletak di lantai 12.
Menariknya, korban hanya memilih jasa JS. Sementara, FR ditolak lantaran wajahnya tidak sesuai foto di MiChat atau hoaks. Ketegangan mulai muncul lantaran FR murka jasanya dibatalkan.
Karena tidak terima, FR mendesak agar korban membayar uang pembatalan. Ia menodong uang cancel sebesar Rp400 ribu.
"JS setelah itu menetapkan tarif sebesar Rp850 ribu untuk hubungan seksual. Kemudian, korban membayar melalui transfer," terang Adrian.
Adrian menyampaikan dari hasil pendalaman tersangka. Di tengah momen itu, ASN BPN Nias itu meminta layanan tambahan dengan gaya oral seks.
JS menuruti kemauan korban. Selepas itu, ia memanggil FR yang masih berada di luar kamar diduga untuk melakukan pemerasan dengan menodong uang tambahan sebesar Rp4,5 juta.
"Korban tidak mau memberikan uang tambahan. Kedua tersangka justru terus mendesak hingga meminta korban menunjukkan saldo rekening di handphone miliknya," jelasnya.
Adrrian menambahkan, kasus ini melibatkan JS berperan sebagai cewek PSK berhubungan badan dengan AL, sementara FR terus melakukan pemerasan.
"JS juga mengatakan agar korban loncat dari apartemen lantai 12, sedangkan FR merupakan temannya yang membentak, memeras, dan juga mengatakan agar korban loncat," tuturnya.
Mereka sempat saling cekcok mulut. AL sempat memberikan peringatan bahwa dirinya akan benar-benar melompat jika terus dipaksa oleh kedua tersangka.
"Kedua tersangka justru menjawab, 'Loncat saja'," tambah Adrian.
AL langsung keluar dari kamar. Ia menujuu balkon apartemen sehingga melompat dari lantai 12 apartemen sambil memegang ponselnya berujung tewas di tempat.
Kedua pelaku langsung melarikan diri. Dari hasil rekaman CCTV, mereka ditangkap setelah beberapa jam peristiwa mengerikan tersebut.
"Kedua tersangka dijerat Pasal 462 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru tentang dugaan pemerasan dan penghasutan orang lain untuk bunuh diri mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap Adrian.
2 Cewek Open BO Sindikat Pemerasan hingga Tanya AI
- tvOneNews
Adrian menyampaikan informasi terbaru. Tindakan terhadap korban memang terjadi adanya indikasi kesengajaan lantaran keduanya teridentifikasi sebagai sindikat pemerasan.
"Mereka ini salah satu bagian dari sindikat pemerasan. Kedoknya seksual," imbuh Adrian.
Fakta lain hasil penyelidikan menunjukkan fenomena unik dari salah satu tersangka. Pelaku PSK, FR (31) sempat berkonsultasi dengan artificial intelligence (AI).
"FR ini sempat berkonsultasi dengan AI Dola setelah kejadian itu," kata Adrian.
Kata Adrian, FR ingin mencari informasi tentang proses penyelidikan dari polisi. Ia memberikan sejumlah pertanyaan akibat dirinya tengnah dikejar oleh pihak kepolisian.
"Berapa hari kita akan dipanggil ke kantor polisi sebagai saksi dari waktu kejadian?."
"Kalau ada orang bunuh diri, kita di TKP, berapa lama kita dipanggil?."
"Kalau satu minggu setelah kejadian, kita tidak dipanggil oleh polisi, apakah kita sudah di posisi aman atau belum?."
"Gimana cara supaya tenang menghadapi nanti kalau kita dipanggil polisi?."
Namun begitu, upaya tersebut berakhir sia-sia lantaran kedua tersangka justru dengan cepat berhasil ditangkap dan mendekam di Mapolrestabes Medan.
(hap)