- Istimewa
Aceh Masuki Masa Rehabilitasi-Rekontruksi, Pemerintah Gelontorkan Anggaran Rp59 Triliun
Ia mengklaim data yang ada saat ini mencatat 46 ruas jalan nasional telah mencapai fungsionalitas 100 persen termasuk 23 unit jembatan nasional yang rusak sebagian atau rusak total kini juga telah 100 persen fungsional.
Dari 1.638 jalan daerah yang telah dibenahi mencapai 1.543 ruas dengan persentase mencapai 94,20 persen sedangkan 380 unit jembatan telah diperbaiki dari total 655 jembatan rusak.
Pada sektor pendidikan tercatat 3.120 sekolah terdampak bencana diklaim telah melakukan aktivitas belajar mengajar 100 persen dengan pelaksanaan di tenda darurat serta menumpang pada bangunan lain yang telah rampung direhabilitasi.
Pada sektor kesehatan diklaim 867 Puskesmas terdampak telah beroperasi normal sepenuhnya.
Sementara, dari 104 unit bangunan fasilitas kesehatan yang diverifikasi Kementerian PU sebanyak 11 faskes selesai direhabilitasi, 1 sedang direhabilitasi, 52 faskes selesai dibersihkan dan siap direhabilitasi, 2 selesai dibangun sebagai faskes darurat persiapan relokasi, 4 unit akan direlokasi, dan 28 unit faskes dinyatakan tidak ditangani Kemen PU karena kerusakannya tidak terkait langsung dengan bencana.
Dari target pembangunan 18.943 unit huntara di Aceh, sebanyak 18.861 unit telah selesai dikonstruksi atau 99 persen rampung dengan 18.784 unit di antaranya telah dihuni aktif oleh keluarga pengungsi.
Safrizal menyampaikan pembangunan kembali Aceh harus mampu mencapai tujuan utama, yaitu memulihkan kemanusiaan.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama pemulihan.
“Semoga cita-cita kita bersama memulihkan Aceh secara build back better, safer, and more resilient dapat tercapai. Kuncinya ada pada kolaborasi kita semua,” pungkasnya.(raa)