- Antara
Dedi Mulyadi Kritik Kebiasaan Warga Viralkan Sampah: Jangan Hanya Divideo, Tapi Dipungut
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menetapkan target besar untuk menghapuskan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping dalam dua tahun mendatang.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi nasional memperbaiki tata kelola sampah.
Dalam kunjungannya ke Bandung pada Jumat (24/7), Zulhas menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi.
“Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar,” kata Zulhas.
Zulhas memaparkan bahwa kondisi sampah di kota-kota besar Indonesia sudah masuk kategori darurat.
Sebagai contoh, wilayah Bandung Raya setiap harinya memproduksi hampir 2.000 ton sampah.
Untuk mengatasinya, pemerintah tengah memangkas berbagai aturan guna mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di sekitar 60 kota.
Meski teknologi terus disiapkan, Zulhas mengingatkan bahwa peran aktif warga dalam memilah sampah di tingkat dasar tetap menjadi kunci utama.
“Hal yang paling penting adalah pemilahan sampah dari rumah tangga. Organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti aspek mentalitas masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program kebersihan sangat bergantung pada perubahan perilaku dan budaya warga setempat.
Dedi menyayangkan tren masyarakat saat ini yang lebih mengutamakan konten di media sosial daripada aksi nyata saat melihat tumpukan sampah.
“Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah,” kata Dedi.
Sebagai langkah konkret untuk mendisiplinkan warga, Dedi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggodok Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan mengatur sanksi bagi siapa pun yang membuang sampah sembarangan.
Upaya ini dilakukan demi mewujudkan visi kebersihan di wilayahnya.
“Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah,” ujar Dedi. (ant/dpi)