news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali: Saya Sedih Melihat Anaknya Menangis.
Sumber :
  • tvOnenews - Wildan

Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali: Saya Sedih Melihat Anaknya Menangis

Media sosial digegerkan kasus maling ayam tewas dikeroyok di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Bahkan, hal itu
Minggu, 26 Juli 2026 - 16:59 WIB
Reporter:
Editor :

Bali, tvOnenews.com - Media sosial digegerkan kasus maling ayam tewas dikeroyok di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Bahkan, hal itu semakin viral, ketika cuplikan video yang menayangkan seorang anak tangisi ayahnya tewas buntut dari kasus tersebut.

Dalam pantauan awak media, sejumlah orang main hakim sendiri terhadap pelaku pencurian berujung pada hilangnya nyawa pelaku pencurian itu.

Pelaku pencurian ayam berinisial KD dihajar massa setelah terpergok mencuri ayam aduan milik warga pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

KD tewas di lokasi kejadian sebelum petugas kepolisian datang. Sontak, kasus ini membuat Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya berkomentar. 

Dalam hal ini, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya KD dan prihatin atas kejadian ini.

"Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini."

"Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak," ucapnya kepada awak media, seperti dikutip pada Minggu (26/7/2026).

I Komang Gede Sanjaya meminta warga menyerahkan penanganan perkara ke aparat kepolisian agar kasus serupa tak terulang.

"Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan."

"Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, menjelaskan KD telah berkeluarga dan memiliki tiga anak.

Kematian KD menjadi pukulan besar bagi keluarga terlebih dua anaknya masih sekolah.

Anak pertama KD telah menikah, sementara anak kedua duduk di bangku SMA, sedangkan putri bungsunya masih kelas 1 SD.

"Yang membuat saya sedih ketika menjemput jenazah, melihat anak-anaknya menangis kehilangan bapaknya," paparnya, Minggu (26/7/2026).

Ia berharap kasus serupa tak terjadi dan meminta masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," ucapnya. (aag)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:59
01:29
04:17
05:51
07:09

Viral