news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pengeroyokan.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Bercermin dari Maling Ayam Tewas di Bali, Apa Penyebab Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri ke Pelaku Pencurian?

Komisioner Kompolnas menyoroti fenomena semakin marak aksi main hakim sendiri setelah insiden terduga pelaku maling ayam di Bali tewas dikeroyok oleh massa.
Rabu, 29 Juli 2026 - 07:31 WIB
Reporter:
Editor :

Yusuf justru tidak menyoroti utama dari aspek masyarakat. Kompolnas lebih memperhatikan aspek kepercayaan terhadap penegak hukum.

"Ini menjadi tantangan dan harus bisa dijawab oleh pihak kepolisian sebagai aparat penegakan hukum," tegasnya.

Sebelumnya, seorang pria berinisial KD meninggal dunia. Ia menjadi korban pengeroyokan oleh warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 Wita.

Pemicu pengeroyokan tersebut diduga akibat aksi pencurian seekor ayam aduan. Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menuturkan kronologinya. Hal ini bermula saat KD diduga tertangkap basah saat mencuri seekor ayam milik warga inisial IWAS (31).

Wiwik mengatakan, aksi pencurian yang diketahui warga berakhir memicu kemarahan secara spontan dari masyarakat setempat. Sebab, akhir-akhir ini warga resah karena sering mengalami kehilangan ayam.

"Hal ini mengingat di wilayah tersebut sudah sering terjadi kasus kehilangan ayam sebelumnya sehingga warga merasa resah dan geram," ungkap Wiwik, Minggu (26/7/2026).

Pada pukul 01.30 Wita, warga tersulut emosi dan langsung mengeroyok KD sampai meninggal dunia di tempat kejadian. Massa yang berkumpul juga membakar sepeda motor diduga dipakai oleh terduga pelaku saat melancarkan aksi pencurian ayam.

Petugas dari Polsek Baturiti pun tibab di lokasi sekitar pukul 02.00 Wita. Sayangnya pelaku sudah dalam kondisi meninggal dunia sehingga polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya seekor ayam milik korban, sebilah golok, sebuah tas diduga milik pelaku berisi tang, katapel, batu, dan sejumlah uang tunai.

"Jenazah terduga pelaku dievakuasi ke Rumah Sakit Semara Ratih untuk dilakukan penanganan. Kami juga menghubungi Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan untuk melakukan olah TKP dan identifikasi sidik jari terduga pelaku," terang Wiwik.

(hap)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:34
13:31
02:39
01:36
06:17
01:30

Viral