- Pemerintah Kota Surabaya
Reaksi Ayah di Surabaya yang Viral Disebut Telantarkan Anak Kandung Selama 5 Bulan
Surabaya, tvOnenews.com - Seorang ayah bernama Sunardi asal Surabaya muncul ke ruang publik. Ia mengungkap fakta sebenarnya terkait tuduhan dari mantan istrinya, Agustin Arimardika (33).
Sunardi mendengar klaim mantan istrinya bahwa dirinya diduga menelantarkan anak kandung berinisial A (5). Ia juga dinilai mengeksploitasi dengan menyuruh mengemis maupun mengamen di jalanan.
Ia secara tegas menepis tuduhan dari mantan istrinya. Ia mengaku telah merawat anak kandungnya sebaik mungkin sejak di tangan dirinya pada awal Maret 2026.
Ia tidak menyangka tuduhan dari mantan istrinya dengan cepat viral di media sosial. Pengakuan Ayu sapaan akrab mantan kekasihnya langsung memicu gelombang emosi dari publik.
"Saya ayah dari A. Apa yang diucapkan di luar sana itu tidak benar," ujar Sunardi dalam keterangan resminya melalui unggahan media sosial Pemkot Surabaya, Sabtu (1/8/2026).
Ia menyoroti tuduhan dari mantan istrinya yang menilai dirinya telah membuat putrinya tidak bersekolah selama lima bulan terakhir. Di sisi lain, A telah mendapatkan hak pendidikannya dengan lancar.
Selain pendidikan, ia juga selalu menafkahi anaknya. Sunardi merasa heran dirinya dianggap tak memberikan makan untuk balitanya.
"Saya memberikan A pendidikan dengan baik, memberikan nafkah yang baik, memberi makan selayaknya seorang ayah kepada anak. Jadi, apa yang diberitakan diluar sana itu tidak benar, itu fitnah," tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, Sunardi dinilai sengaja menyuruh anaknya mengamen di jalanan, pasar khususnya di kawasan Pasar Keputran Surabaya.
Selain mengamen, Sunardi juga menyuruh anak kandungnya mengemis di pasar. Ayu mendapat kabar bahwa balitanya kerap mengemis sambil mengatakan "Minta makan, saya belum makan".
"Saya enggak pernah menyuruh anak saya mengamen, mengemis, dan apa yang di Balong Bendo, di Ampel, di TP, lillahi taala itu semua hoaks," katanya.
Ia memastikan dirinya tidak berani mengeksploitasi anak kandungnya. Ia mengakui dirinya sosok yang kekurangan harta atau masuk kategori orang miskin.
"Saya seorang ayah mana mungkin tega seperti itu," tambahnya.
Kakak kandung Sunardi, Hariyanto mendukung pernyataan adiknya. Ia menilai bahwa Sunar dan A selalu bersama, bahkan balitanya selalu tercukupi untuk urusan nafkahnya.
"Kalau di Pasar Keputran, A dan Sunar memang sekadar main gitu. Kayak perkara makan A sudah dicukupi sama ayahnya. Kalau ditelantarkan ayahnya, itu semua tidak benar. Semua keluarga Sunar di sini juga bertanggung jawab," ungkap Hariyanto.
Sementara, Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Ida Widayati mengungkap hasil pertemuan dengan Sunardi dan A di kawasan Dinoyo, Surabaya. Hal itu juga ditemani oleh tim Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Ida menilai tidak ada permasalahan apa pun antara A dan Sunardi. Kondisi balita yang tengah dicari juga masih dalam keadaan baik tanpa mengalami gangguan psikologis dan trauma.
"Alhamdulillah kami sudah ketemu dengan anaknya dan anaknya dalam kondisi baik baik saja dalam pengasuhan bapaknya," kata Ida, Jumat (31/7/2026).
Lanjut Ida, jajaran Polrestabes Surabaya juga menuggu bukti otentik baik rekaman maupun bukti lainnya terkait keaslian pernyataan bahwa balita berusia 5 tahun diduga dieksploitasi dan ditelantarkan ayah kandungnya.
Bahkan saat berkunjung ke sekolah, A juga telah mendapatkan hak pendidikan yang layak. Ayah kandungnya juga menjemput dan mengantar anaknya secara rutin.
"Kami memang percaya bapaknya. Bapaknya sudah bisa melakukan pengasuhan dengan baik dan anaknya juga sudah disekolahkan," tukasnya.
(hap)