news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buntut Pelanggaran Hingga Insiden Keracunan di SMKN 6 Semarang, Kepala BGN Copot Ratusan Kepala SPPG.
Sumber :
  • tvOnenews - adinda

Buntut Pelanggaran Hingga Insiden Keracunan di SMKN 6 Semarang, Kepala BGN Copot Ratusan Kepala SPPG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mencopot ratusan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka jaga kualitas pelaksanaan Program MBG 
Senin, 3 Agustus 2026 - 18:35 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mencopot ratusan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pencopotan ini juga dilakukan terhadap Kepala SPPG yang beberapa waktu lalu, dapurnya menimbulkan keracunan terhadap ratusan anak di SMK Negeri 6 Semarang.

Usai melakukan rapat pimpinan di Kantor BGN, pada Senin (3/8/2026), Sudaryono menerangkan, tercatat sebanyak 137 Kepala Dapur dilakukan pencopotan.

"Dan perhari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia yaitu di Jawa Barat, lampung, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten dan Jawa Tengah termasuk yang kemarin dapurnya yang di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang," kata Sudaryono.

Lebih lanjut, Sudaryono menerangkan, pencopotan ini menyasar kepada kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun memiliki rekam jejak kasus yang bertentangan dengan standar operasional dan integritas pelaksanaan Program MBG. Termasuk yang berkaitan dengan kasus keracunan hingga penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

"Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kita zero toleran, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good, tapi control is better," jelas Sudaryono.

Selain itu, Sudaryono menuturkan, untuk meningkatkan kualitas MBG, BGN tengah mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital yang memungkinkan seluruh proses operasional di dapur dapat dipantau secara sistematis.

Kemudian, Sudaryono menegaskan bahwa BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi kepada publik melalui penyediaan informasi yang mudah diakses oleh para pemangku kepentingan, khususnya orang tua, sekolah, serta pemerintah daerah.

“Sebagaimana janji saya setelah saya dilantik adalah bagaimana menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait khususnya orang tua, kemudian dinas kesehatan, dinas pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah itu mendapatkan informasi bahwa anaknya diberi menu makan apa oleh negara di hari ini, hari kemarin, hari esok, dan rencananya apa, kandungan gisinya apa, kemudian menu tadi itu dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa, dan ada keluhan apa, sehingga kita bisa lihat,” jelasnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

19:40
01:51
01:46
01:56
05:54
18:02

Viral