- Istimewa
Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah
"Itu saya nangis. Saya berterima kasih sama Tuhan. Terima kasih Tuhan, mungkin ini memang langkahku untuk banggakan papa-mama," terang Anggie.
Setelah dinyatakan lulus seluruh tahapan seleksi, Anggie resmi menjadi Praja IPDN.
“Saya selalu mengandalkan Tuhan di dalam hidup saya,” ujarnya.
Kesempatan menjadi Praja IPDN itu tidak disia-siakannya. Setelah beradaptasi pada tahun pertama, Anggie berhasil menjadi peringkat pertama di program studinya pada tingkat dua dan kembali mempertahankan prestasi tersebut pada tingkat tiga.
Konsistensi itu mengantarkannya menjadi penyandang Sapta Abdi Praja atau salah satu lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII.
Bagi Anggie, penghargaan itu bukanlah pencapaian terbesar. Momen yang paling membahagiakan justru ketika kedua orang tuanya menyaksikan dirinya dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Pamong Praja Muda.
"Ini yang aku bisa kasih. Ini undangan, kalian (mama-papa) bisa duduk tenang, kalian bisa menyaksikan aku menjadi sepuluh besar, kalian bisa menyaksikan aku dilantik sama Pak Prabowo. Itu suatu kebanggaan untuk orang tua saya, dan itu suatu hal yang sangat saya syukuri," ungkapnya.
Kini, setelah resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN), Anggie ingin terus mengembangkan diri, termasuk melanjutkan pendidikan magister di luar negeri.
Pengalaman mendampingi masyarakat yang membutuhkan juga memperkuat tekadnya menjadi pelayan publik.
"Saya ingin menjadi seorang ASN yang benar-benar melayani, bukan untuk dilayani," jelasnya.
Anggie menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi meski berasal dari keluarga sederhana.
"Ayo, jangan putus asa, jangan ragu dengan apa yang kamu miliki. Yang penting kamu niat, kamu punya motivasi, kamu belajar dengan sungguh-sungguh, dan itu semua harus kamu tutup dengan doa," pesannya.