- Antara
Soal Adanya Isu Pergantian Kapolri, PB.SEMMI Sebut Seolah Sengaja Ditiup untuk Ganggu Stabilitas Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik pergantian Kapolri yang beredar di ruang publik dianggap sengaja dihembuskan untuk mengganggu stabilitas nasional. Ketua Umum terpilih PB.SEMMI, Achmad Donny menyebut tidak ada Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
"Sejauh ini Kapolri berkinerja baik, kalau ada isu pergantian Kapolri itu sengaja ditiup untuk ganggu stabilitas nasional. Ini dilakukan oleh orang-orang yang terganggu dengan sikap tegas Kapolri dalam penegakkan hukum. Tidak lain," kata Donny, kepada wartawan, Kamis (6/8).
Donny melanjutkan, jika melihat kinerja Kapolri dan jajarannya dalam menjalankan penegakkan hukum maka isu pergantian Kapolri itu tidak berdasar sama sekali. Menurutnya, semua tahu bahwa pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden, maka untuk membangun opini publik dibuatlah isu Surpres pergantian Kapolri.
"Surpres pergantian Kapolri tidak lebih sebagai framing negatif untuk Kapolri, tidak ada surat itu buktinya pimpinan Komisi III DPR RI kompak mengatakan tidak ada Surat Presiden tentang pergantian Kapolri sebagaimana polemik di ruang publik," tegasnya.
"Publik menduga isu pergantian Kapolri digaungkan setelah Kortastipidkor Polri berhasil mengungkap kasus korupsi besar yang menggemparkan publik," lanjut Donny.
Oleh sebab itu, pernyataan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman yang tegas mengatakan tidak ada Surpres seharusnya menyudahi polemik pergantian Kapolri karena faktanya sebagai mitra kerja Polri, Komisi III DPR RI tidak pernah melihat atau menerima Surpres pergantian Kapolri.
"Jadi clear tidak ada Surpres Pergantian Kapolri, kalau isu ini masih terus berkembang itu membenarkan dugaan kita bahwa sengaja ditiup untuk mengganggu stabilitas nasional," pungkas Donny.