- tvOneNews
Tagar JusticeForWindaLorenza Viral, Akun Instagram Serupa Hilang di Tengah Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
Medan, tvOnenews.com - Misteri kasus kematian WLG (35), mantan istri polisi di Medan, Bripka IH membuat tagar #JusticeForWindaLorenza viral di media sosial.
Kemunculan tagar ini terjadi di tengah kehebohan kematian mantan istri dari anggota Polsek Medan Sunggal, Bripka IH. WLG sendiri ditemukan tewas di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (2/8/2026).
Ia tewas diduga bunuh diri menggunakan senjata api (senpi) jenis revolver milik mantan suami. Adapun jasadnya ditemukan tak bernyawa dalam keadaan terkunci di kamar mandi.
Kronologi Sementara Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
- tvOneNews
TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan sebelumnya menjelaskan kronologi sementara kematian mantan istri anggota polisi. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Ferry mengatakan bahwa, WLG dan mantan suaminya tengah bersama di sebuah rumah di kawasan perumahan di Kecamatan Medan Helvetia. Pada saat itu IH diduga sedang istirahat.
"Dia melihat tas berisi senjata terbuka, dan dia cek senjata ennggak ada," ungkap Ferry, Senin (3/8/2026).
Lanjut Ferry, personel polisi itu sempat meletakkan tas yang berisi senjata api di atas meja. Hal tersebut terjadi setelah pulang berdinas sebelum beristirahat.
IH kemudian terbangun dan mengecek senpi dalam tas tersebut sudah tidak ada. Ia terkejut setelah mendengar suara letusan senpi dari dalam kamar mandi.
"Dia mencari tahu dan rupanya ada sama mantan istrinya di kamar mandi. Dia langsung ke kamar mandi tetapi dikunci dari dalam ada bunyi tembakan," jelasnya.
Pihak kepolisian kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara, jenazah WLG dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan.
Soal Proses Penyelidikan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan terkait proses penyelidikan. Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
"Kami sudah memeriksa beberapa saksi utama. Pertama saksi IH, kemudian anak korban berinisial M yang berusia sembilan tahun, kedua saksi ini berada di dalam kamar bersama korban sebelum insiden tersebut terjadi," ungkap Calvijn di Mapolrestabes Medan, Selasa (4/8/2026) sore.
Berdasarkan barang bukti yang telah diamankan, polisi bersama Polda Sumut telah mengamankan senpi diduga digunakan dalam kasus tersebut.
Kemudian, hasil pemeriksaan laboratorium forensik juga menemukan residu tembakan pada jari tangan, tubuh, serta pakaian korban. Terkait hasil swab tangan saksi IH, polisi tidak menemukan residu tembakan.
Di sisi lain, pihak keluarga tidak menerima WLG disebut bunuh diri. Ayah korban, Sanalu Gowasa menduga putrinya menjadi korban tindak penganiayaan.
"Kami tidak terima kalau anak saya dibilang bunuh diri. Kami menduga ada penganiayaan," kata Sanalu, Kamis (6/8/2026).
Akun Instagram Hilang dan Tagar #JusticeForWindaLorenza Viral
Di tengah kasus ini, sebuah akun Instagram @justiceforwindalorenza muncul ke ruang publik. Kemunculan akun tersebut langsung mendadak viral karena mengungkapkan kronologi serta hubungan WLG dengan IH.
Sayangnya akun Instagram tersebut tak lama langsung menghilang. Hal ini membuat akun X @ella_oh_cruella kembali mengunggah tangkapan layar kronologi hubungan antara korban dan IH.
Selaras dengan keterangan sementara dari pihak kepolisian, WLG dan IH telah bercerai. Korban kemudian pergi merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah.
Di balik itu, hubungan keduanya belum sepenuhnya renggang. Selain itu, unggahan itu juga menyinggung kedatangan ibu mertua WLG ke Jakarta sekitar pada Juni 2026.
Tidak jauh berbeda dari keterangan ayah korban, mertuanya menginginkan korban kembali ke Medan. Perbedaannya terletak bahwa ayah WLG mendapat kabar anaknya meninggal akibat sakit jantung usai dirawat selama seminggu, sedangkan mertua korban menginginkan agar WLG rujuk.
Ibu kandung WLG sempat melarang putrinya pulang kampung. Di sisi lain korban tetap bersikeras pulang setelah diajak oleh keluarga suaminya.
Keterangan ini membuat seruan #JusticeForWindaLorenza viral. Saat jenazah korban disemayamkan, ibu korban menangis histeris. Sementara, ayah WLG, Sanalu menemukan sejumlah kejanggalan fakta kematian putrinya.
"Di situ saya kaget karena menurut saya ini bukan meninggal karena penyakit. Saat itu saya hanya diperlihatkan bagian wajah dan saya melihat wajah anak saya memar-memar," bebernya.
Terbaru, orang tua WLG melaporkan mantan menantunya ke Polda Sumut terkait dugaan tindak pidana pembunuhan. Laporan ini dibuat oleh ayah korban, Sanalu Gowasa di SPKT Polda Sumut dengan nomor registrasi LP/B/1286/VIII/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.
Kuasa hukum keluarga, Paul Junisu Jethro Tambunan menyampaikan alasan pihaknya mengajukan laporan tersebut. Pihak keluarga korban menemukan sejumlah luka tidak berkaitan dengan dugaan bunuh diri.
"Banyak luka lebam, ada sayatan di bagian lutut sehingga keluarga membuat pengaduan dugaan pidana pembunuhan sebagaimana Pasal 458 KUHP," kata Paul.
(hap)