- tvOneNews
Beredar Diduga Curhatan Winda Lorenza ke Sahabat, Temukan Fakta Sebelum Mantan Istri Polisi di Medan Tewas
"Terus mertuamu makan apa?," tanya dia.
"Mertuaku dimasakin, Mbak, sekali makan aja habis. Pagi, siang, sore masak hanya makan pas-pasan, atau kadang mereka makan di luar," jawab korban.
Sang sahabat justru heran dengan keberadaan korban di sana. WLG menyampaikan aktivitasnya hanya sebatas mengurus anak, baik antar-jemput sekolah, mengurusi anak-anak, serta bantu-bantu beres di rumah.
Pembahasan bergeser terkait kebutuhan makan korban. WLG mengaku tidak makan di kediaman mertuanya dengan dalih belum ada makanan yang tersedia.
"Hanya anakku saja yang disediakan lauk. I enggak makan di rumah, aku enggak dikasih uang. Kalau ada stok telur, baru aku bisa makan. Udah rhey," terang korban.
Dikasih Uang Rp10 Ribu
Kemudian tangkapan layar percakapan antara WLG dan sahabat bergeser. Pada Jumat, 24 Juli 2026, korban menumpahkan keluh kesahnya saat ingin membeli makan.
"Kau lihat ini. Aku minta uang cuma dikasih Rp10 ribu," katanya.
Selain itu, korban mulai menceritakan kondisinya yang mengalami pertengkaran hebat. Ia tidak diperbolehkan keluar rumah untuk pergi ke Jakarta.
Hingga 1 Agustus 2026, sebuah tangkapan layar percakapan WhatsApp menunjukkan diduga korban mengungkapkan bahwa anaknya ingin dibelikan makanan junk food.
Alih-alih dikirimkan uang, korban diduga sudah tidak tahan atas perlakuan tersebut. Ia tidak sabar menunggu rumah yang di Jakarta akan dibeli pada 8 Agustus 2026.
Hingga kini, kebenaran sejumlah fakta tersebut belum bisa dibuktikan sebelum pihak kepolisian mengungkapkan kabar terbaru terkait proses penyelidikan kematian WLG.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan menerangkan peristiwa ini terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban dan suaminya bersama di sebuah rumah di kawasan Medan Helvetia.
Lanjut Ferry, IH diduga sedang istirahat. Personel polisi itu meletakkan tas berisi senjata api di atas meja setelah pulang dinas. Saat terbangun, ia terkejut senpi tersebut sudah tidak ada dan mendengar suara letusan dari dalam kamar mandi.
Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Adapun jenazah WLG dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan.