- tvOne - yogie anggara
Karhutla Melanda Sejumlah Daerah, Raja Juli Peringatkan Ancaman Serius: Jangan Ada yang Main Api
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta masyarakat ikut membantu melakukan upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak meluas.
Pasalnya, kebakaran serius saat ini telah melanda sejumlah wilayah Indonesia. Karhutla antara lain melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur dengan luas mencapai ratusan hektare.
Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Muarojambi, Jambi, dengan luas lebih dari 50 hektare. Sementara itu, karhutla di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, tercatat mencapai sekitar 50 hektare. Sejumlah titik panas juga terdeteksi di Sumatra Selatan dan Kalimantan.
Menhut menyebut, salah satu tindakan yang bisa dilakukan warga adalah mengurangi aktivitas yang menggunakan api di kawasan hutan dan lahan.
"Saat bersamaan masyarakat supaya berpartisipasi membantu menyelesaikan masalah ini (karhutla) dan terpenting adalah jangan ada lagi yang bermain api, apakah itu rokok atau lebih nakal lagi land clearing (pembukaan lahan), terutama di luar Jawa," kata Raja Juli seusai meninjau proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo sisi Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (9/8/2036).
Menhut mengingatkan kondisi kemarau yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino bisa meningkatkan ancaman serius terjadinya karhutla. Karenanya masyarakat diminta lebih waspada terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Lebih lanjut, Raja Juli menegaskan keterlibatan masyarakat adalah faktor penting untuk memperkuat upaya pemerintah dalam menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino.
Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan di tingkat pusat juga telah menyatakan komitmen untuk melakukan langkah bersama guna mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas dan kami telah dikumpulkan pada 28 Juli, berbagai kementerian, Panglima TNI, Kapolri, BMKG, BNPB. Artinya, pemerintah all out mengantisipasi El Nino dan memang Agustus sudah masuk puncaknya (kemarau)," ucapnya.
Saat ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mengonfirmasi bahwa luas kebakaran kawasan Gunung Bromo telah mencapai 520 hektare.
Dampak kebakaran itu meningkat signifikan dibandingkan catatan sebelumnya yang hanya sekitar 176 hektare. Perluasan area terdampak terjadi setelah api kembali berkobar di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu malam.
Kebakaran kali ini tidak hanya melanda bagian tebing Gunung Bromo, tetapi juga merembet ke kawasan savana.
"Hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). (ant/rpi)