news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buntut Kasus 995 Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Yayasan Minta Perlindungan KPAI: Bagaimana Nasib Para Siswa?.
Sumber :
  • Istimewa

Polisi Terkejut Temukan Hal Ini saat Olah TKP Sekolah Penyimpan Ratusan Senpi di Jakarta Selatan

Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah swasta yang terletak di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Senin (10/8/2026).
Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:07 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah swasta yang terletak di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Senin (10/8/2026). 

Olah TKP ini merupakan tindak lanjut dari penemuan ratusan senjata hingga narkoba yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino de Tech mengatakan, olah TKP ini dilakukan guna memastikan tidak adanya barang-barang yang diduga berbahaya di sekolah. 

“Hari ini ada tiga ruangan yang sebelumnya juga sudah pernah dicek oleh piket Reskrim, hal ini untuk memastikan agar tidak ada kekhawatiran dari pihak guru maupun dari wali murid atau orang tua murid, kami lakukan bersama Puslabfor. Tiga ruangan sudah kami lakukan pemeriksaan,” kata Alpino, kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Kemudian, Alpino menerangkan, hasil olah TKP ini didapati adanya 30 barang bukti berupa senjata angin hingga amunisi di ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, dan ruangan Sarana Prasarana Yayasan. 

Namun diketahui bahwa dari hasil pemeriksaan Puslabfor, senjata airsoft gun yang ditemukan itu kondisinya sudah rusak dan sudah tidak utuh. 

“Hasil temuannya masih sama, ada airsoft gun, ada juga amunisi, ada juga magasin airsoft gun, dan sparepart dari senjata, contohnya sasaran tembak dan gagang senjata. Itu aja. Totalnya ada 30 item yang telah ditemukan Puslabfor yang berkaitan dengan senjata, senjata angin, amunisi, dan sparepart-nya,” ujarnya.

Kemudian dalam olah TKP ini, pihaknya juga telah melakukan pengambilan sampel DNA untuk mengecek orang-orang yang pernah masuk ke dalam ruangan tersebut.

“DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pengecekan sebuah ruangan yang disebut-sebut sebagai bunker. Hasil pemeriksaan didapati bahwa ruangan tersebut merupakan basement yang terconnecting dengan ruangan. 

“Jadi basement ada tangganya terconnecting dengan ruangan, itu juga sudah dicek. Dan tidak ditemukan barang bukti,” jelasnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:50
02:12
01:13
01:26
01:32
03:29

Viral