news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Temuan ratusan senjata di sebuah sekolah yang terletak di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sejak Juli hingga Rabu (5/8) kemarin..
Sumber :
  • Istimewa

Soal Temuan Senjata di Sekolah Swasta Jaksel, Begini Kata Mendikdasmen

Mendikdasmen Abdul Mu’ti buka suara terkait temuan beberapa senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti buka suara terkait temuan beberapa senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan.

Dia menegaskan telah berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait temuan tersebut. Dia menyebut saat ini aparat penegak hukum sedang menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan sedang dicari jalan keluarnya,” ungkap Mu’ti dikutip Selasa (11/8/2026).

Mu’ti mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman.

“Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sehingga mereka tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sebelumnya, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Untung Sangaji mengungkap fakta baru dibalik temuan ratusan pucuk senjata api (senpi) hingga narkoba di sebuah ruangan sekolah yang terletak di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Untung menyebutkan bahwa dirinya menemukan senjata tajam kaliber, senjata genggam kaliber, magazine jenis Glock, hingga amunisi, serta alat pembuat peluru, pada Rabu (5/8/2026), di ruangan mantan Ketua Yayasan saat hendak meminjam ruangan untuk kepentingan guru.

“Hari ini kami membuat pelaporan baru, yaitu temuan narkotika dan CD porno. Jadi kami juga melaporkan itu, sama pencetak peluru, karena ini semua ditemukan di dalam ruangan Ketua Yayasan yang sudah kami pecat. Jadi lokasinya begitu,” kata Untung di Polres Metro Jakarta Selatan, pada Kamis (7/8/2026).

Adapun dalam hal ini, beberapa ruangan di sekolah juga masih terkunci dan kuncinya dibawa eks Ketua Yayasan tersebut.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sekolah Islam di Jakarta Selatan Hermawanto menerangkan mantan ketua yayasan berinisial IWD ini diketahui sudah dipecat sejak 18 April 2026 akibat penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi.

“Jadi yayasan uangnya diambil kemudian dibeli untuk membeli tanah, ternyata tanah itu bergeser atas nama istrinya. Atas dasar itulah maka dua orang, ketua kita berhentikan sementara, kemudian si istrinya itu juga kita nonaktifkan dari status dia sebagai anggota pembina,” jelasnya. (saa/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
02:58
01:25
30:09
02:39
01:09

Viral