- istimewa
Menjelajah Negeri Maluku, Mapala UI Bangun Ekonomi Desa dan Kembangkan Wisata Dirgantara
Sementara itu, harga yang ditawarkan tengkulak tidak selalu konsisten sehingga pendapatan masyarakat Desa Wailulu yang berprofesi sebagai petani kelapa pun tidak menentu dari musim ke musim.
Melihat kesenjangan antara potensi dan realita ini, Nivand mengatakan UIMN 2026 hadir untuk mengenalkan variasi komoditas kelapa kepada masyarakat.
"Pengolahan kelapa mentah menjadi tepung kelapa memiliki nilai jual sekaligus peluang pasar yang jauh lebih luas dibanding kopra," katanya.
Rangkaian programnya dirancang secara bertahap, mulai dari sosialisasi inovasi produk, praktik pengolahan kelapa menjadi tepung kelapa, demonstrasi olahan tepung kelapa menjadi produk pangan siap konsumsi, hingga pembentukan komunitas kerja dan penyerahan aset produksi kepada warga agar keberlanjutan usaha dapat terus berjalan setelah program selesai.
Program ini menyasar tiga kelompok sekaligus, yakni petani kelapa sebagai penyedia bahan baku, komunitas masyarakat yang terlibat dalam proses produksi, serta pelaku UMKM lokal yang nantinya memasarkan produk olahan tersebut.
Tujuannya bukan sekadar transfer keterampilan, melainkan membangun fondasi ekonomi desa yang stabil dan berkelanjutan.
“Harapan beta, selesai dari kegiatan ini, bukan selesai juga hasilnya. Namun, ibu-ibu PKK maupun UMKM menjadikan dia (tepung kelapa) sebagai salah satu produk unggulan yang ada di Negeri Wailulu,” ucap Muslim Tounussa, Bapak Raja Negeri Wailulu. (muu)