- tvOneNews
Kisah Perjuangan Rizky dan Citra, Siswa Sekolah Rakyat yang Langsung Diceritakan Presiden Prabowo
"Hari ini Rizky kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," jelasnya.
Prabowo Perkenalkan Citra Siswa Sekolah Rakyat
Selain Rizky, Prabowo juga menyebut Citra Nur Ramadhani (10), siswa Sekolah Rakyat dari Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Presiden RI itu pun mengenang kisah perjuangan Citra.
Prabowo menjelaskan, Citra pernah hampir putus sekolah saat duduk di kelas 4 SD. Penyebabnya tak lepas harus membantu sang ibu berjualan kacang.
Di sisi lain, kata Prabowo, ayah Citra telah wafat, sedangkan sang ayah sebagai penyandang disabilitas.
"Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendirian. Citra pun kemarin berhasil juara karate tingkat kabupaten," terangnya.
Sambil berkelakar hingga memberikan pesan, Prabowo mengingatkan agar Citra tidak perlu sibuk mengurus hubungan asmaranya. Setidaknya siswa Sekolah Rakyat itu fokus pada pendidikannya hingga umur 20 tahun.
"Citra umurmu berapa? 10 tahun? Nanti 10 tahun lagi lah kamu boleh pacaran. Makanya Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karate kamu. Jadi, nanti enggak ada yang boleh main-main sama kau," canda Prabowo.
Selain Rizky dan Citra, Prabowo menyampaikan bahwa, ada juga tujuh siswa dari Makassar sebagai pemenang olimpiade nasional. Kemudian, ia juga mengungkapkan Ismi Ulfaidah dari Sekolah Rakyat di Polewalimandar lolos sebagai anggota Paskibraka nasional.
"Pencapaian ini membuktikan pelajar dari keluarga yang paling tidak mampu, jika diberi fasilitas, diberikan bimbingan, tentu bisa mencapai prestasi yang tertinggi," katanya.
Prabowo Pastikan Anak-anak Indonesia Dapat Hak Pendidikan
Dari cerita ini, Prabowo memastikan pemerintah terus berupaya dan bekerja demi seluruh anak-anak Indonesia, khususnya yang mengalami kurang beruntung dari segi ekonomi.
Ia menambahkan, pemerintah terus berusaha semaksimal mungkin pendidikan terbaik selalu dihadirkan untuk anak-anak Indonesia. Ia enggan generasi muda putus sekolah hanya terbentur ekonomi dan kondisi lainnya.
"Kami di sini untuk kamu semua, kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada satu anak Indonesia pun yang kita tinggalkan," tegasnya.