- Antara
Prabowo Mau Siswa SD Mulai Pelajari 8 Bahasa Asing, Mendikdasmen Angkat Bicara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti buka suara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang ingin siswa Sekolah Dasar (SD) mulai mempelajari delapan bahasa asing.
Menurut Mu’ti, maksud dari pernyataan Prabowo adalah bahasa asing yang dipelajari di SD sebagai mata pelajaran wajib.
“Jadi yang dimaksud itu bukan bahasa dalam pengertian sebagai mata pelajaran khusus ya, tapi lebih pada pengenalan bahasa asing gitu, khususnya untuk yang SD,” kata Mu’ti dikutip Sabtu (15/8/2026).
Dia menyebut sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi sudah mulai menyediakan bahasa asing sebagai mata pelajaran tambahan.
“Beberapa sekolah kan sudah mengajarkan bahasa asing selain bahasa Inggris, juga ada bahasa Mandarin, bahasa Korea,” ungkapnya.
Bahkan, kata Mu’ti, beberapa negara menawarkan tenaga pengajar untuk mengajarkan bahasa asing tersebut di sekolah-sekolah Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan soal pentingnya mempelajari bahasa asing sejak SD.
Menurutnya, anak-anak Indonesia harus mulai menguasai bahasa asing sejak duduk di bangku kelas 1 SD.
Prabowo menyebut sekolah-sekolah dapat menyediakan mata pelajaran bahasa asing yang banyak digunakan dia dunia.
“Bahasa asing mutlak harus kita kuasai, kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing,” kata Prabowo saat pidato di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
“Bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis,” lanjutnya.
Selain itu, Prabowo juga menyebut bahwa bahasa Rusia penting untuk dipelajari karena negara tersebut kuat di bidang sains dan teknologi.
Dia menjelaskan pelajaran bahasa asing harus mulai diajarkan dari SD lantaran anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun lebih cepat menangkap pembelajaran.
Menurutnya, menguasai bahasa asing dapat menjadi bekal untuk masa depan, sehingga mereka dapat dengan mudah diterima di perusahaan manapun.
“Anak-anak kita harus punya akses terhadap pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk, kalau sudah mencari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih mereka bisa diterima kemana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” kata Prabowo. (saa/muu)