- istimewa - antaranews
Menguak Tabir Misteri Tewasnya Sutrimo, Kuasa Hukum: Dugaan Megang Terakhir HP Sutrimo Itu Febrio
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak keluarga masih menguak tabir misteri tewasnya kepala rumah tangga (Karungga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo. Pasalnya, diduga ada kejanggalan dalam insiden tewasnya Sutrimo.
Untuk diketahui, Sutrimo merupakan orang yang bekerja di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang meninggal pada Kamis (23/7/2026).
Ia ditemukan tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan terbengkalai tak jauh dari rumah Febrie, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Namun, saat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Sutrimo dinyatakan death on arrival atau sudah meninggal ketika datang.
Dalam hal ini, Kuasa Hukum Keluarga Sutrimo, menduga Pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrio Adiono menjadi orang terakhir yang membawa ponsel milik Sutrimo.
Sebab, Febrio diketahui menjadi penanggung jawab pasien saat mengantar Sutrimo ke rumah sakit.
"Dugaannya memang yang megang terakhir HP (Sutrimo) itu yang bersangkutan (Febrio)," ujar Aan dikutip Sabtu (15/8/2026).
Aan pun memastikan pihaknya akan menanyakan keberadaan ponsel Sutrimo kepada Febrio, baik secara langsung maupun tertulis.
Ia mengatakan, barang-barang pribadi Sutrimo selain ponsel, yakni dompet, baju-baju, hingga dokumen pribadi, belum dikembalikan kepada keluarga almarhum.
"Kita akan men-detect (menelusuri) dan meminta, baik secara lisan didatangi ataupun secara tertulis terkait barang-barang milik almarhum."
"Barang-barang itu berupa HP, dompet warna hitam, di dalam dompet ada ATM, lalu ada baju-baju, dan juga surat-surat, misalnya dokumen-dokumen pribadi," beber Aan.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak RS Muhammadiyah Taman Puring mengungkapkan salah satu pengantar Sutrimo adalah pria bernama Febrio Adiono.
Tim legal RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, mengatakan Febrio lah yang menulis formulir saat mengantar Sutrimo ke rumah sakit.
"Pengantar yang mengisi langsung, atas nama Febrio, tertulis (di formulir)," kata Ahmad dikutip pada Sabtu (15/8/2026).
Dalam formulir itu, Febrio mencantumkan dirinya sebagai kerabat dari Sutrimo.
Ia juga menuliskan kronologi singkat tewasnya Sutrimo.
Menurut Febrio, Sutrimo sempat menelepon pada 23 Juli 2026 pagi pukul 06.37 WIB, dan mengeluh sakit.