news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Buntut Tewasnya Diduga Karumga Febrie Ardiansyah, Polda Metro Bicara Penyebab Kematian Sutrimo.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Menguak Tabir Misteri Tewasnya Sutrimo,  Kuasa Hukum: Dugaan Megang Terakhir HP Sutrimo Itu Febrio

Pihak keluarga masih menguak tabir misteri tewasnya kepala rumah tangga (Karungga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo. Pasalnya, diduga ada kejanggalan
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pihak keluarga masih menguak tabir misteri tewasnya kepala rumah tangga (Karungga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo. Pasalnya, diduga ada kejanggalan dalam insiden tewasnya Sutrimo.

Untuk diketahui, Sutrimo merupakan orang yang bekerja di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang meninggal pada Kamis (23/7/2026).

Ia ditemukan tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan terbengkalai tak jauh dari rumah Febrie, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Namun, saat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Sutrimo dinyatakan death on arrival atau sudah meninggal ketika datang.

Dalam hal ini, Kuasa Hukum Keluarga Sutrimo, menduga Pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrio Adiono menjadi orang terakhir yang membawa ponsel milik Sutrimo.

Sebab, Febrio diketahui menjadi penanggung jawab pasien saat mengantar Sutrimo ke rumah sakit.

"Dugaannya memang yang megang terakhir HP (Sutrimo) itu yang bersangkutan (Febrio)," ujar Aan dikutip Sabtu (15/8/2026).

Aan pun memastikan pihaknya akan menanyakan keberadaan ponsel Sutrimo kepada Febrio, baik secara langsung maupun tertulis.

Ia mengatakan, barang-barang pribadi Sutrimo selain ponsel, yakni dompet, baju-baju, hingga dokumen pribadi, belum dikembalikan kepada keluarga almarhum.

"Kita akan men-detect (menelusuri) dan meminta, baik secara lisan didatangi ataupun secara tertulis terkait barang-barang milik almarhum."

"Barang-barang itu berupa HP, dompet warna hitam, di dalam dompet ada ATM, lalu ada baju-baju, dan juga surat-surat, misalnya dokumen-dokumen pribadi," beber Aan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak RS Muhammadiyah Taman Puring mengungkapkan salah satu pengantar Sutrimo adalah pria bernama Febrio Adiono.

Tim legal RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, mengatakan Febrio lah yang menulis formulir saat mengantar Sutrimo ke rumah sakit.

"Pengantar yang mengisi langsung, atas nama Febrio, tertulis (di formulir)," kata Ahmad dikutip pada Sabtu (15/8/2026).

Dalam formulir itu, Febrio mencantumkan dirinya sebagai kerabat dari Sutrimo.

Ia juga menuliskan kronologi singkat tewasnya Sutrimo.

Menurut Febrio, Sutrimo sempat menelepon pada 23 Juli 2026 pagi pukul 06.37 WIB, dan mengeluh sakit.

Namun, saat disusul, Sutrimo sudah ditemukan tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan yang terbengkalai di kawasan Kebayoran Baru.

Sebagai informasi, klinik kecantikan itu hanya berjarak sekitar 450 meter dari rumah Febrie Adriansyah.

"(Pukul) 06.37 WIB, Sutrimo menelepon kerabat mengeluh sakit, disusul ke lokasi sudah tidak sadar," demikian bunyi kronologi yang dituliskan Febrio.

Saat Sutrimo ditemukan, Febrio menyebut pria asal Banyumas, Jawa Tengah, itu mengeluarkan busa di bagian mulut dan hidung.

"Kemudian (Sutrimo) mengeluarkan busa dari mulut dan hidung," jelasnya.

Sosok Febrio diketahui pernah menjadi ajudan Febrie Adriansyah saat tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu masih menjabat sebagai Jampidsus.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna.

"Ya, stafnya (Febrie) ya," beber Anang saat dikonfirmasi pada Jumat (7/8/2026).

Lebih lanjut, Anang Supriatna memastikan Febrio Adiono bukan jaksa di Kejagung.

Ia mengatakan Febrio berstatus sebagai pegawai.

"Yang namanya saudara Febrio yang kami ketahui memang dia pegawai Kejaksaan. Tapi bukan jaksa, pegawai di Kejaksaan," pungkasnya. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral