news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

BNPB Kerahkan Satu Unit Helikopter Pasca Gempa M 7,7 di NTT.
Sumber :
  • istimewa

Tak Sekadar Evakuasi, Pemerintah Kebut Pemulihan Infrastruktur Pascagempa NTT

Pemerintah memperkuat penanganan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membentuk posko bencana terpadu hingga mempercepat pemulihan infrastruktur.
Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memperkuat penanganan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membentuk posko bencana terpadu hingga mempercepat pemulihan infrastruktur.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat tidak berhenti pada evakuasi korban, tetapi langsung berlanjut pada pemulihan fasilitas publik dan rehabilitasi-rekonstruksi wilayah terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pemerintah pusat telah membentuk posko nasional untuk mengonsolidasikan seluruh sumber daya dan bantuan yang dikirim dari Jakarta maupun daerah lain.

“Tadi sudah disampaikan, ini akan segera dibentuk posko. Dalam hari kedua ini sudah terbentuk posko, pemerintah pusat ada posko, posko nasional. Nanti Kepala BNPB sampaikan bahwa bantuan logistik dari Jakarta, dari daerah lain terkonsolidasi nanti di Halim, dikirimkan ke sini,” jelas Menteri Pratikno dalam keterangan Sekretariat Presiden, Minggu (16/8/2026).

Pemerintah menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama pada fase tanggap darurat.

Namun, Pratikno menegaskan pemulihan fasilitas vital juga tidak boleh menunggu terlalu lama karena keberadaan infrastruktur tersebut sangat menentukan kelancaran penanganan korban dan aktivitas masyarakat.

“Dalam tahap tanggap darurat ini, yang utama tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional, apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga jaringan internet dan lain-lain, itu recover dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tuturnya.

Kerusakan jalan dan jembatan menjadi perhatian karena akses transportasi merupakan kunci distribusi bantuan menuju wilayah terdampak.

Pemulihan rumah sakit, jaringan listrik, hingga konektivitas internet juga dipandang penting untuk mengembalikan fungsi pelayanan publik sekaligus mempercepat proses penanganan bencana.

Setelah fase darurat terlewati, pemerintah menyiapkan agenda pemulihan yang lebih panjang melalui rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pendekatan tersebut tidak sekadar membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi diarahkan untuk memperkuat ketahanan daerah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun pemda yang tangguh, masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh, dan juga masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ungkap Pratikno.

Menurut Pratikno, kehadiran pemerintah pusat secara langsung di lokasi bencana diperlukan untuk mempercepat pengambilan keputusan sekaligus memastikan kebutuhan daerah segera direspons.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi krusial mengingat penanganan bencana membutuhkan sumber daya dalam jumlah besar.

“Pemerintah pusat ini benar-benar full team hadir ke sini. Hadir ke sini. Masing-masing menanyakan ada problem apa dan apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, dan seterusnya. Jadi, sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena memang resources pusat untuk tanggap darurat dan juga rehab-rekon ini sangat besar,” ucapnya.

Dengan posko terpadu sebagai pusat koordinasi, pemerintah berupaya menghindari tumpang tindih penanganan sekaligus memastikan bantuan dan sumber daya dapat diarahkan ke titik yang paling membutuhkan.

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga didorong untuk terus menyelaraskan langkah selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.

Pratikno menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang menjadi korban gempa. Ia meminta seluruh elemen masyarakat terus bekerja bersama pemerintah untuk mempercepat penanganan di lapangan dan mendukung agenda rehabilitasi serta rekonstruksi.

“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, dan mohon kepada seluruh jajaran masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, segera melakukan aksi cepat dalam tanggap darurat dan mendukung secepatnya rehab-rekon,” pungkasnya. (agr/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral