- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Bakom RI Ungkap 388 Siswa Sekolah Unggul Garuda Tembus Kampus Top Dunia, Mulai Oxford hingga NTU Singapura
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Muhammad Qodari mengatakan, jumlah siswa Sekolah Garuda yang berhasil diterima di perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia meningkat dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025 menjadi 388 siswa pada 2025/2026.
“Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil lulus seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025 yang lalu menjadi 388 siswa pada tahun 2025/2026,” ujar Qodari di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).
Para siswa tersebut berhasil diterima di sejumlah perguruan tinggi bergengsi dunia.
Di Australia, terdapat siswa yang diterima di University of New South Wales, sementara lainnya menembus Nanyang Technological University di Singapura dan University of Toronto di Kanada.
Sementara di Amerika Serikat, sejumlah siswa berhasil diterima di University of California Berkeley.
Adapun dari kawasan Eropa, siswa diterima di University of Oxford di Inggris, Wageningen University and Research di Belanda, serta Paris Sciences et Lettres di Prancis.
Capaian tersebut juga tercermin dalam realisasi Beasiswa Garuda 2026. Program tersebut telah menempatkan 515 penerima beasiswa ke berbagai kampus tujuan di dalam dan luar negeri.
Jumlah itu terdiri atas 370 siswa pada gelombang pertama dan 145 siswa pada gelombang kedua. Australia menjadi negara tujuan dengan penerima terbanyak, yakni 138 siswa.
Singapura menyusul dengan 72 penerima, Kanada 70 penerima, sementara 140 penerima melanjutkan pendidikan di kampus dalam negeri.
Selanjutnya, Hong Kong mencatat 38 penerima, Amerika Serikat 20 penerima, dan Inggris 17 penerima.
Penerima lainnya tersebar di sejumlah negara, antara lain Belanda, Tiongkok, Korea Selatan, Belgia, dan Prancis.
Sebaran tersebut menunjukkan cakupan program yang tidak hanya mengarah pada satu kawasan pendidikan global.
Program Sekolah Unggul Garuda sendiri memiliki dasar hukum melalui Perpres Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda, yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025.
Kebijakan tersebut kemudian diterjemahkan secara teknis melalui Permendiktisaintek Nomor 53 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda.
Pemerintah juga menetapkan Kurikulum International Baccalaureate sebagai salah satu komponen kurikulum pengayaan global melalui Kepmendiktisaintek Nomor 317/M/Kep/2025.
Selain itu, pemerintah menetapkan cetak biru ekosistem serta komponen kurikulum Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda melalui sejumlah keputusan menteri. (agr/dpi)