news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Bank Indonesia.
Sumber :
  • Antara

BI Siapkan Jurus Baru Jaga Rupiah, Pinjaman Asing Dapat Insentif Lindung Nilai 12,5 Persen

Bank Indonesia (BI) menyiapkan jurus baru untuk memperkuat pertahanan rupiah sekaligus menjaga kecukupan likuiditas di dalam negeri.
Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Bank Indonesia (BI) menyiapkan jurus baru untuk memperkuat pertahanan rupiah sekaligus menjaga kecukupan likuiditas di dalam negeri.

Salah satu langkah yang akan diperluas adalah pemberian insentif pengurangan premi 12,5 persen untuk transaksi swap lindung nilai atas pendanaan luar negeri.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, penguatan kebijakan moneter tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran BI.

“Memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1 persen,” kata Ramdan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).

Untuk menjalankan strategi tersebut, BI akan mengoptimalkan intervensi valuta asing melalui berbagai instrumen. Intervensi dilakukan baik di pasar luar negeri melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), maupun di pasar domestik melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BI menghadapi dinamika pasar valuta asing yang berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah. Dengan memperkuat intervensi di pasar luar dan dalam negeri, BI berupaya memastikan pergerakan nilai tukar tetap terkendali dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi.

Selain intervensi valas, BI akan mengelola struktur suku bunga di pasar uang agar tetap sejalan dengan kebijakan BI-Rate dan suku bunga instrumen operasi moneter pro-market. Strategi operasi moneter juga akan diperkuat untuk memastikan transmisi kebijakan berjalan lebih efektif.

Di sisi likuiditas, BI memastikan ketersediaan uang rupiah di pasar uang dan perbankan tetap memadai. Pertumbuhan uang primer ditargetkan berada di atas 10 persen atau double digit, sejalan dengan ekspansi moneter.

Tak hanya mengandalkan intervensi, BI juga memperkuat mekanisme lindung nilai untuk meredam risiko dari arus dana eksternal. Melalui perluasan underlying pendanaan luar negeri, pelaku pasar memperoleh ruang lebih besar untuk melakukan transaksi swap lindung nilai dengan BI.

“Memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menjaga kecukupan likuiditas Rupiah dengan melakukan perluasan transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada BI) sebesar 12,5 persen, dari semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows, menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment,” ujar Ramdan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
03:58
02:37
01:09
00:49
01:17

Viral