- Istimewa
BMKG Pastikan Gempa Susulan di NTT Tidak Berpotensi Tsunami
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak khawatir soal terjadinya tsunami.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan BMKG mampu menyampaikan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami.
“Kami pastikan bahwa pemerintah Indonesia melalui BMKG itu mampu memberikan peringatan dini tsunami akibat gempa ini kurang dari 3 menit sesuai dengan protokol di internasional,” kata Faisal dikutip Kamis (20/8/2026).
“Kita akan menyampaikan informasi, kemudian masyarakat dapat melakukan tindakan penyelamatan atau aksi dini,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan bahwa gempa susulan di NTT memiliki magnitudo lebih kecil.
“Gempa utama sudah 7,7 dan itu sudah menjadi gempa yang memiliki maksimum magnitudo yang terjadi di kerak dangkal,” ujar Wijayanto.
Dia menyebut gempa utama di NTT telah terjadi, yakni pada Magnitudo 7,7. Sehingga gempa susulan yang terjadi tidak menimbulkan tsunami.
“Kerak dangkal itu punya potensi magnitudo di sana 7,8, sekarang sudah rilis 7,7. Jadi seterusnya adalah gempa susulan yang akan menuju ke kestabilan lempeng itu sendiri,” jelas Wijayanto.
“Jadi kita pastikan bahwa dalam waktu dekat tidak akan ada gempa susulan yang bisa mengakibatkan terjadinya tsunami,” sambungnya. (saa/nsi)