- istimewa
Pemerintah dan KAI Mulai Bangun 3.784 Hunian Terjangkau di Manggarai
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Jumat (21/8) melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan dua blok hunian sebagai bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Manggarai, Jakarta Selatan.
Hunian tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan tempat tinggal layak dan terjangkau di kawasan perkotaan yang terhubung dengan jaringan transportasi publik.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa pembangunan di atas aset milik perusahaan itu diharapkan dapat mendukung Program 3 Juta Rumah, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan tetap menempatkan keselamatan dan kelancaran layanan kereta api sebagai prioritas utama," ujar Bobby, Jumat (21/8).
Bobby menambahkan bahwa setelah groundbreaking tersebut, KAI akan membangun dua blok hunian, yakni Blok F seluas 1,5 hektare (ha) dan Blok G seluas 0,7 ha. Dengan demikian, kedua blok tersebut akan memiliki total luas sekitar 2,2 ha dengan status Hak Pakai-Hak Pengelolaan Lahan (HP-HPL).
Blok F akan terdiri atas 2.508 unit hunian yang terbagi ke dalam lima menara (tower). Blok ini akan menyediakan tiga tipe hunian, yakni tipe 36 dengan dua kamar tidur, tipe 45 dengan tiga kamar tidur, dan tipe 52 dengan tiga kamar tidur.
Sementara itu, Blok G akan terdiri atas 1.276 unit yang terbagi ke dalam tiga tower. Pada blok ini, masyarakat dapat memilih tiga tipe unit, yakni tipe studio berukuran 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, dan tipe 45 dengan dua kamar tidur.
Kedua blok tersebut juga akan dilengkapi 150 unit ritel pendukung, yang terdiri atas 78 unit di Blok F dan 72 unit di Blok G. Bobby berharap pembangunan kedua blok tersebut dapat rampung dalam waktu 18 bulan.
"Semoga groundbreaking ini merupakan momentum untuk kita memulai fisik pengerjaan. Dari hunian layak, hunian yang terjangkau, dan terutama hunian di tengah kota untuk masyarakat berpenghasilan rendah," lanjutnya.
Bobby mengatakan bahwa pembangunan kawasan tersebut berlandaskan tiga prinsip utama.
Prinsip pertama adalah layak, yakni memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, dan fungsi utama hunian.
Prinsip kedua adalah terjangkau, yakni pembangunan diarahkan sesuai kebijakan dan skema pemerintah bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.
Prinsip ketiga adalah berkelanjutan, yaitu mengutamakan pemanfaatan lahan yang efisien, keterhubungan dengan transportasi massal, kepatuhan terhadap aspek lingkungan, serta pengelolaan kawasan yang dapat dipelihara dalam jangka panjang.
"Dan kita akan menjaga governance bahwa hunian di tengah kota ini akan meng-adress masyarakat-masyarakat berpenghasilan rendah yang sesuai kualifikasinya, yang telah disyaratkan oleh pemerintah," lanjut dia.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo yang turut hadir dalam acara groundbreaking tersebut mengapresiasi langkah KAI dalam mendorong percepatan Program 3 Juta Rumah.
Menurut Hashim, penyediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Karena itu, inisiatif KAI dinilainya sebagai langkah yang patut diapresiasi.
"Ini suatu prestasi yang luar biasa, memang kita harus melalui suatu masa yang tidak gampang. Dan sekarang setelah hampir dua tahun Prabowo Subianto jadi presiden, kita bisa melihat proyek vertikal yang pertama, yang kita berbangga nanti 24 lantai di pusat ibu kota Jakarta," tegasnya. (aag)