news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Logo NU.
Sumber :
  • dok.sosial media X

Muktamar ke-35 NU Akan Digelar di Jombang, Nahdliyin Berharap Sejarah Kelam 2015 Tak Terulang

Muktamar ke-33 NU yang juga berlangsung di Jombang pada 1-5 Agustus 2015 lalu menjadi salah satu catatan sejarah kelam perjalanan Muktamar NU.
Senin, 24 Agustus 2026 - 09:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 mendatang. Para nahdliyin berharap sejarah 2015 tidak kembali terulang.

Muktamar ke-33 NU yang juga berlangsung di Jombang pada 1-5 Agustus 2015 lalu menjadi salah satu catatan sejarah kelam perjalanan Muktamar NU.

Masih segar di ingatan Supriyanto (48) seorang warga sekaligus kader NU, bagaimana ketegangan dalam forum tersebut terjadi.

Perdebatan mengenai tata tertib, khususnya penerapan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam, membuat persidangan berjalan alot.

Situasi bahkan sempat berujung pada skorsing sidang setelah terjadi serangkaian interupsi. Ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling dorong dan pengusiran peserta dari arena persidangan.

Pengalaman itu membuat prria yang akrab disapa Yanto ini berharap Muktamar ke-35 tidak mengulang persoalan serupa.

“Saya khawatir deadlock dan molor seperti 2015,” kata Yanto di Jombang, pada Minggu (22/8/2026).

Yanto tinggal di Tambakrejo, kawasan yang berada tidak jauh dari lokasi muktamar. Menurutnya, pelaksanaan forum terbesar NU itu akan ikut memengaruhi suasana masyarakat sekitar, bukan hanya peserta yang berada di ruang persidangan.

Warga berharap agenda organisasi tersebut berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan jadwal.

“Muktamar seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan pikiran dan mencari jalan keluar, bukan mempertontonkan pertentangan yang berlarut-larut,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Anis (39), yang pernah terlibat sebagai bagian dari panitia teknis Muktamar ke-33 NU.

Pengalaman menangani kegiatan tersebut membuatnya memahami bagaimana dinamika persidangan dapat berdampak terhadap keseluruhan rangkaian acara.

Ketika sidang berlangsung alot, berbagai agenda teknis harus menyesuaikan perkembangan di arena persidangan. Peserta tetap harus dilayani, sementara panitia menghadapi situasi yang berubah seiring belum tercapainya kesepakatan.

Kini, ketika Jombang kembali menjadi tuan rumah, Anis berharap pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi.

Ia menilai kelancaran suksesi merupakan bagian penting dari keberhasilan muktamar. Proses pergantian kepemimpinan, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan sosok yang terpilih, tetapi harus dilakukan melalui mekanisme yang dapat diterima warga NU.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
09:08
00:57
07:06
02:25
02:15

Viral