news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Nelayan Garam Desa Sebubus Binaan PSPP UMJ Mendapat Pelatihan Tata Kelola Koperasi Dan Pemasaran Produk Kelautan.
Sumber :
  • Istimewa

Nelayan Garam Desa Sebubus Sambas Binaan PSPP UMJ dapat Pelatihan Tata Kelola Koperasi dan Pemasaran Produk Kelautan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PSPP UMJ, Endang Rudiatin, menekankan pentingnya integrasi rantai pasok bagi keberlanjutan ekonomi nelayan pesisir. 
Senin, 24 Agustus 2026 - 10:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nelayan garam binaan Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSPP UMJ) mengikuti pelatihan operasional koperasi dan pemasaran produk kelautan pada 22-24 Agustus 2026. 

PSPP UMJ sejak 2022 memfasilitasi nelayan ubur-ubur Desa Sebubus, tidak hanya Kilang Multifungsi ubur-ubur dan lobster, tetapi juga tunnel garam, sebagai solusi atas kelangkaan garam saat mengolah ubur-ubur. 

PSPP UMJ membuat kelompok nelayan garam membangun rumah garam, kemudian kelompok ini dimasukkan sebagai anggota Koperasi Pesisir Surya Samudera.

Kegiatan yang ditujukan bagi pengurus dan anggota Koperasi Pesisir Surya Samudera ini berlangsung di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Adapun pelatihan tersebut bertema "Tata Kelola Koperasi dan Pemasaran Produk Kelautan"

Rangkaian materi menghadirkan sinergi pemateri dari unsur akademisi, pemerintah daerah, dan pakar pendampingan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PSPP UMJ, Endang Rudiatin, menekankan pentingnya integrasi rantai pasok bagi keberlanjutan ekonomi nelayan pesisir. 

"Kunci utama peningkatan kesejahteraan nelayan tidak hanya terletak pada volume hasil tangkapan, tetapi pada bagaimana koperasi mampu mengelola rantai pasok dan menangkap peluang pasar produk olahan turunan. Dengan tata kelola yang profesional dan terintegrasi, Koperasi Pesisir Surya Samudera dapat memangkas rantai distribusi yang panjang sehingga nilai tambah produk kelautan, termasuk komoditas unggulan seperti lobster, ubur-ubur bisa dirasakan langsung oleh masyarakat nelayan di perbatasan," kata Endang Rudiatin, kepada wartawan, pada Senin (24/8).

"Melalui pembinaan koperasi nelayan, kami berharap dapat mendorong digitalisasi rantai nilai, kemandirian permodalan syariah, serta standardisasi kualitas produk perikanan termasuk proses halal, agar nelayan lokal mampu menembus pasar yang lebih luas," tambahnya.

Ia juga berterima kasih kepada pemerintah setempat yang datang berkunjung ke rumah garam. Endang berharap ada kolaborasi yang terukur antara pihak pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dengan Muhammadiyah melalui PSPP UMJ, agar usaha rakyat di Paloh bisa berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian desa. 

Pelatihan ini merupakan tahap final dari Pilot Project Desa Berdikari kerjasama PSPP dengan DEKS Bank Indonesia. Tujuan kegiatan membekali para nelayan dan pengurus koperasi dengan pemahaman komprehensif mulai dari hulu hingga hilir, seperti Kebijakan dan Potensi Produk Kelautan Sambas oleh DKP Kabupaten Sambas. 

Sementara, Diskumindag Kabupaten Sambas, mengupas proses legalisasi hingga operasionalisasi koperasi, disusul pembekalan teknis perizinan usaha dan produk untuk pasar umum. 

Koperasi Pesisir Surya Samudera yang diketuai oleh Halimin segera melakukan koordinasi dan membuka rekrutmen keanggotan para nelayan di kecamatan Paloh, mulai dari nelayan ubur-ubur, nelayan lobster hingga UMKM olahan produk kelautan dan perikanan, serta semua nelayan garam di Sebubus dan Temajuk. 

Para anggota koperasi juga diberi materi, Solusi Organisasi dan Manajemen Risiko sebagai  panduan sesi problem solving organisasi yang menyoroti legalitas formal, tata kelola kontrak, dan strategi permodalan koperasi. 

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan komitmen bersama, memperkuat kemandirian ekonomi nelayan kawasan pesisir dan perbatasan Sambas. (muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
09:08
00:57
07:06
02:25
02:15

Viral