- Youtube/Setpres
41 Juta Liter Air Diguyur ke Riau, Prabowo Siapkan Tambahan Helikopter Hadapi Karhutla
Jakarta, tvOnenews.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dilakukan dengan mengerahkan lima helikopter water bombing yang sejak awal Maret 2026 telah mengguyur sekitar 41 juta liter air ke titik-titik rawan kebakaran.
Pangdam Riau, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menyampaikan, strategi tersebut saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla di Riau. Dialog itu ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/8).
“Izin Bapak Presiden, kami ingin menjelaskan. Selama ini kegiatan yang kami lakukan yang paling efektif adalah melakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Kadar tanah yang ada di wilayah Riau ini tidak seperti yang tahun lalu. Kita basahi sehingga cukup air untuk di dalam tanah,” kata Agus.
Menurut Agus, OMC menjadi salah satu langkah preventif untuk meningkatkan kadar air di wilayah rawan kebakaran.
Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing.
“Kemudian, proses pemadaman yang kita lakukan di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh pasukan darat, kita menggunakan helikopter water bombing untuk memutus jalur api agar tidak bisa melompat atau kebakarannya meluas ke sasaran yang lainnya,” ujarnya.
Lima helikopter yang disiagakan telah bekerja sejak awal Maret. Hingga 24 Agustus 2026, total air yang telah digunakan dalam operasi water bombing mencapai 41 juta liter.
“Nah, water bombing yang kita siapkan dengan 5 helikopter ini, kita sudah dari mulai awal Maret sampai dengan sekarang, sudah 41 juta liter kita siram untuk menyirami atau memadamkan seluruh potensi karhutla yang kita tidak bisa jangkau,” kata Agus.
Namun, penanganan karhutla di Riau tidak hanya mengandalkan pemboman air. Pemerintah juga menerapkan strategi containment dengan membangun sekat kanal dan sekat bakar untuk membatasi pergerakan api, khususnya di kawasan gambut.
Agus menjelaskan, strategi tersebut penting karena api di lahan gambut dapat kembali muncul meski permukaan lahan telah didinginkan. Sekat dibuat untuk memutus jalur api sehingga kebakaran tidak merambat semakin luas.
“Kemudian strategi kami yang berikutnya, kita membuat sekat kanal bakar, sekat bakar. Itu untuk containment apabila kebakaran itu berubah menjadi besar. Kita membuat sekat kanal, dan ini Bapak Presiden cukup efektif, kita lebarkan,” ujarnya.