- Antara
Polda Metro Jaya Pastikan Jakarta Tetap Kondusif di Tengah Maraknya Aksi Penyampaian Aspirasi
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak Polda Metro Jaya memberikan jaminan bahwa stabilitas keamanan di wilayah DKI Jakarta saat ini masih terjaga dengan sangat baik.
Hal ini terlihat dari normalnya aktivitas harian yang dijalankan oleh masyarakat di berbagai sudut kota.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, meminta warga untuk tidak merasa khawatir dalam menjalankan rutinitas mereka.
“Kami menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat tetap tenang bahwa situasi dan kondisi DKI Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif,” ungkap Budi di Jakarta, Senin (24/8).
Menurut Budi, indikator utama keamanan ini dapat dipantau dari kelancaran kegiatan masyarakat yang tetap berlangsung tanpa hambatan berarti.
Meskipun demikian, kepolisian tetap bersiaga memantau dinamika sosial, termasuk rencana aksi unjuk rasa yang akan datang.
Polda Metro Jaya melaporkan telah menerima surat pemberitahuan terkait rencana aksi massa yang dijadwalkan pada Kamis, 27 Agustus mendatang.
Aksi tersebut rencananya akan digelar di depan gedung DPR RI oleh dua kelompok, yakni DPP Brigade Merah Putih Indonesia serta Aliansi Tiga Pilar Demokrasi Bogor Raya.
Kedua organisasi tersebut diperkirakan akan membawa massa antara 100 hingga 200 orang guna menyuarakan aspirasi mengenai RUU Perampasan Aset.
Budi menjelaskan bahwa kegiatan unjuk rasa merupakan hal yang rutin terjadi di Jakarta.
Setiap harinya, pihak kepolisian melayani puluhan pemberitahuan aksi, mulai dari kisaran 40 hingga 80 kegiatan.
Khusus pada hari Senin ini saja, tercatat ada 71 aksi penyampaian pendapat yang tersebar di beberapa lokasi strategis seperti DPR, kantor kementerian, hingga Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Selain demonstrasi, Jakarta juga diramaikan dengan berbagai agenda besar lainnya.
"Ada 16 kegiatan aktivitas masyarakat lainnya seperti konser musik, kegiatan-kegiatan Jambore Nasional, kegiatan masyarakat lainnya. Kami melakukan pengamanan pelayanan oleh Polda Metro Jaya dan Polres jajaran,” jelas Budi.
Menyambut rencana aksi pada Kamis depan, kepolisian masih terus menghimpun informasi dan akan menyelenggarakan rapat koordinasi.
Langkah ini dilakukan agar pelayanan terhadap penyampaian aspirasi tersebut berjalan damai, tertib, dan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat.
Terkait pengaturan arus lalu lintas, pihak kepolisian akan menerapkan kebijakan yang fleksibel tergantung situasi di lapangan.
Jika jumlah massa yang hadir cukup besar dan berpotensi menghambat jalan, maka rekayasa lalu lintas akan segera diberlakukan.
Budi menegaskan bahwa Polri berupaya menyeimbangkan antara hak berpendapat dan kenyamanan publik secara umum.
“Kami memprioritaskan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Ada dua masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi ataupun masyarakat yang melaksanakan kegiatan rutin,” pungkasnya. (ant/dpi)