- Tim tvOnenews
Angkat Kisah Stigma Perempuan Tua Belum Menikah, Serial Tante Sonya Siap Tayang Bulan Depan
Jakarta, tvOnenews.com - Mengangkat soal stigma negatif perempuan tua yang belum menikah, WeTV dan Rapi Films siap tayangkan WeTV Original Tante Sonya.
- Tim tvOnenews
Terdiri dari 10 episode, Tante Sonya akan mulai tayang pada 4 Septemner 2026 di WeTV.
Produser Rapi Films, Sunil Samtani menegaskan bahwa serial Tante Sonya ini akan berbeda dengan jalam cerita film Catatan Harian Tante Sonya.
"Sebenarnya memang benang merahnya dari Catatan Harian Tante Sonya, tapi waktu kita ngobrol dengan WeTV itu kan sudah lama banget ya jadi gimana kita bukan remake tapi reborn, lebih up to date dan generasi kayak sekarang," katanya dalam press conference yang digelar pada Senin (24/7/2026).
Sementara itu, Febriamy Hutapea, Eksekutif Produser & Country Head WeTV Indonesia menyebutkan bahwa dalam serial ini akan menhgambarkan kisah perempuan yang bebas memilih jalan hidupnya.
"Di cerita ini tentang kisah beda usia, namun itu hanya pintu masuknya saja. Cerita ini lebih ke perempuan yang memutuskan kebahagian dia sendiri. WeTV ingin terus mengekspolari cerita, karakter yang lebih berani dan eksekusi kualitas yangg kita banggakan," ucapnya.
Febri berharap WeTV Original Tante Sonya dapat diterima oleh masyarakat tak hanya Indonesia saja.
"Karena saat cinta itu datang kita gak pernah nanya nomor dan usia di KTP dan sudah saatnya kita berhenti percaya soal stigma tentang batasan umur. Setiap perempuan bebas mencintai, bisa memulai lagi di usia berapapun. Semoga serial ini bisa diterima masyarakat tidak hanya Indonesia ya karena tayang di seluruh dunia," sambungnya.
Sama seperti pernyataan produser, sutradara Surya Ardy Octaviand mengungkapkan akan ada banyak perbedaan jalan cerita dari cerita lama dengan versi series kali ini.
"Cerita ini bukan hanya soal bos dan karyawan yang mau kita kasih tau, tapi lebih ke perempuan bebas memilih. Goalnya adalah perempuan bebas berkarier, bebas untuk memilih pasangannya, kan banyaj tuh ungkapan sekarang kayak perawan tua."
"Kita tidak boleh memilih stigma kalo perempuan yang belum menikah itu gak laku, perempuan yang sekarang itu bisa memilih dia bebas menikah, berkarier atau memilih yang lebih muda. Cerita yang lama kan emang tentang perempuan yang lebih tua dengan bawahan tapi sekarang itu karena culture udah beda kita mau kasih tahu bahwa tidak fair memberikan stigma kepada perempuan belum menikah itu tidak laku atau perawan tua atau apaun yang negatif," jelasnya.