news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Dokumentasi Setpres

Prabowo Kerahkan 1.000 Perwira TNI-Polri Tangani Karhutla Sumsel: Ini Bencana yang Sangat Berbahaya

Presiden RI, Prabowo Subianto mengerahkan, kekuatan pemerintah pusat untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. 
Senin, 24 Agustus 2026 - 19:08 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto mengerahkan, kekuatan pemerintah pusat untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. 

Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri akan diturunkan ke lapangan untuk memperkuat sosialisasi, edukasi, sekaligus respons terhadap potensi kebakaran.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/8).

Prabowo menegaskan persoalan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. 

Menurutnya, kebakaran hutan merupakan persoalan nasional karena dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas, terutama ketika asap mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.

“Jadi kami di pusat, terutama TNI, juga Polri, menyiapkan seribu perwira untuk diturunkan untuk membantu sosialisasi dan edukasi. Nanti dibagi bersama dengan semua petugas, pejabat yang ada di sini. Maksud saya biar dari pusat ikut ada rasa keterlibatan karena masalah kebakaran hutan ini adalah masalah seluruh bangsa, seluruh negara, hutan itu adalah sumber kehidupan kita,” ujar Prabowo, sebagaimana dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Selain memperkuat edukasi, Prabowo meminta setiap titik panas yang teridentifikasi segera ditindaklanjuti. 

Menurutnya, kecepatan menjadi faktor penting agar hotspot tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

Prabowo mengingatkan ancaman karhutla tetap serius meski kondisi tahun ini relatif lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. 

Fenomena El Nino yang diperkirakan cukup berat membuat pemerintah tidak boleh mengurangi kewaspadaan.

“Kalau hutan terbakar, seluruh rakyat yang akan kena, pernafasan, dan sebagainya. Ini bencana yang sangat berbahaya. Walaupun memang kita lihat bahwa dibandingkan dengan beberapa tahun sebelum ini, saya perhatikan tahun ini jauh di bawah. Walaupun seperti itu, kita waspada karena memang ramalan El Nino tahun ini, El Nino yang cukup berat,” imbuh Kepala Negara.

Prabowo juga mendorong perubahan cara pandang terhadap kawasan gambut. Alih-alih hanya dianggap sebagai wilayah yang menyulitkan penanganan karhutla, gambut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari sistem pencegahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

Salah satu langkah yang didorong ialah memperbanyak sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut yang produktif. 

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air ketika terjadi kebakaran sekaligus menjaga kelembapan kawasan rawan terbakar.

“Kita juga beberapa yang kita anggap sebagai rintangan, sesungguhnya juga bisa menjadi peluang. Gambut ini ternyata tidak terlalu sulit untuk membor, mencari air. Saya kira ini, makanya saya bilang peluang,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dilibatkan untuk mengembangkan konsep tersebut. 

Embung dan kanal di kawasan gambut tidak hanya diposisikan sebagai infrastruktur pengendalian karhutla, tetapi juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

“Kedua juga untuk antisipasi ke depan, mungkin BRIN dikerahkan, bagaimana kita bisa sekarang terus menambah embung-embung, kanal-kanal di daerah gambut yang produktif. Apakah bisa embung-embung itu memelihara ikan-ikan tertentu dan sebagainya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pendekatan tersebut dapat membuat upaya pencegahan karhutla berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat. 

Ia meminta pemerintah dan peneliti tidak berhenti pada pola penanganan konvensional, tetapi terus mencari solusi yang memberikan nilai tambah.

“Jadi alam ini kita harus kreatif, harus kita inovatif, cari peluang,” ucapnya.

Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi kerja Forkopimda Sumatra Selatan beserta seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam mitigasi karhutla. Ia menilai kerja bersama tersebut telah membantu menekan dampak kebakaran di wilayah tersebut.

Namun, Presiden menegaskan persoalan karhutla belum selesai hanya dengan memastikan api terkendali. Dampak asap juga menjadi perhatian yang harus segera ditangani pemerintah.

“Forkopimda Sumatra Selatan, dengan seluruh unsur pimpinannya saya ucapkan terima kasih kerja keras saudara, sehingga bisa mitigasi, tapi memang masalah asap nanti kita pikirkan,” pungkas Prabowo. (agr/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:43
06:57
02:58
04:42
01:39
09:08

Viral